Pages

Saturday, June 15, 2013

#SKRIPSWEET

Bismillaahirrahmanirrahiim

Teruntuk diri ini
Teruntuk teman seperjuangan
Teruntuk teman dalam kebermanfaatan
Teruntuk "ia" yang bernama #SKRIPSWEET

Terkutip dari Anies Baswedan tentang #SKRIPSWEET
Mari disimak dihayati diaplikasikan...
Untuk diri ini, sejenak terhentak, sejenak merenungi, sejenak berkaca hati dalam perjalanan ini

1. Menulis #SKRIPSWEET adalah menaklukan diri sendiri
Terkadang selalu berpikir untuk bagaimana caranya menaklukan DP, ternyata indikator yang terbaik adalah menaklukan diri sendiri lebih utama

"... Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri..." (Q.S Ar Ra'd : 11)

2. Cara mengerjakan #SKRIPSWEET adalah potret diri penulisnya saat senyatanya kerja mandiri
Bagaimana mengatur ketawazunan diri, memanajemen diri, waktu, dan prioritas?

3. #SKRIPSWEET bukan sekadar soal riset; #SKRIPSWEET adalah simulasi cara berkarya/bekerja setelah lulus kuliah
Akan seperti apa nanti setelah lulus? Berujung kebermanfaatan kah?

4. Menunda-nunda pengerjaan #SKRIPSWEET adalah mengakumulasi rasa sesal. Akhirnya #SKRIPSWEET yang ditunda-tunda itu tetap harus diselesaikan juga
Mulailah pembenaran-pembenaran berdialog di alam pikiran, benarkah selama ini yang menggelayuti diri ini adalah pembenaran?

Imam Hasan Al Banna berkata, "Ketahuilah, kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang tersedia, maka bantulah saudaramu untuk menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya, dan jika engkau punya kepentingan atau tugas, maka selesaikan segera."

5. Membaca referensi banyak-banyak buat #SKRIPSWEET itu baik tapi menuliskan hasil bacaan itu jauh lebih baik 
Folder demi folder referensi dengan berkapasitas bergiga sudah di storage laptop bahkan yang cloud, sementara untuk penulisan skripsi sudahkah mencapai 1 file, aahh atau mungkin baru semacam draft...

6. Makin lama jeda pengerjaan #SKRIPSWEET, makin sulit memulainya lagi. Makin sulit memulai lagi, makin lama selesainya
Memilih itu pasti, silahkan memilih untuk kontinuitas atau menjedanya?

Berkatalah Ali bin Abi Thalib, "Jika tidak menyibukan diri dengan kebaikan, pasti manusia akan disibukkan dengan keburukan."

7. #SKRIPSWEET yang membanggakan & menenangkan seumur hidup penulisnya adalah #SKRIPSWEET dibuat dengan KEJUJURAN
Dan tibalah di titik penyadaran, mengakui kejujuran bahwasanya aku lah yang Malas dan Payah untuk menyegerakannya. Tak hanya dengan kejujuran, tapi berujung kebermanfaatan lah seharusnya kita sebagai seorang muslim, mendedikasikan #SKRIPSWEET ini.

8. Sibuk mengerjakan #SKRIPSWEET itu baik, tapi menyelesaikan #SKRIPSWEET itu jauh lebih baik
Sudah di tangga mana teman perjalanan penulisan ini, BAB 1 kah, BAB 2, atau kah tinggal cover dan menunggu daftar sidang?
Aaah.. atau hanya sebuah draft yang tidak tersentuh dalam bilangan hari.

9. Dan akhirnya ... #SKRIPSWEET yang baik adalah #SKRIPSWEET yang selesai!
Mulai berfikir akan tujuan, dan memulainya dengan menaklukan diri sendiri. Meniatkan dengan ikhlas bahwa #SKRIPSWEET adalah bentuk ibadah kita kepada Allah. Tidakkah kita indahkan firmanNya:

"Dan katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." (Q.S At Taubah: 105)

Allahu Rabbi...
Faghfirlani
Faghfirlani
Faghfirlani

Jadilah pelengkap, teman...
Dalam menemani perjalanan ini, saling menguatkan dan saling mendoakan
Barakallahu fiikum

Romantisme Ukhuwah


Romantisme ukhuwah adalah hal yang membuatku selalu iri kepada Abu Bakar, sebagaimana Ia begitu cinta kepada Umar...

Suatu hari, demikian dikisahkan Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah, Abu Bakar berjalan mendatangi majelis Rasulullah. Dia tampak menjinjing kainnya, terlunjak jalannya, tertampak lututnya, dan gemetar tubuhnya. "Sahabat kalian ini," sabda Sang Nabi pada sahabat yang sedang duduk begitu melihat Abu Bakar datang, "sedang kesal hati. Maka berilah salam padanya dan hiburlah hatinya."

Abu Bakar bersimpuh lalu menggenggam tangan Sang Nabi. Ditatapnya mata suci itu dalam-dalam. "Antara aku dan putra Al-Khattab," lirihnya, "ada kesalahpahaman. Lalu dia marah dan menutup pintu rumah. Aku merasa menyesal. Maka kuketuk pintunya, kuucapkan salam berulang kali untuk memohon maafnya. Tapi dia tak membukanya, tak menjawabku, dan tak juga memaafkan."
Tepat ketika Abu Bakar selesai berkisah, 'Umar ibn Al-Khaththab datang dengan resah."Sungguh aku diutus pada kalian," Sang Nabi bersabda menghardik, "Lalu kalian berkata: 'Engkau Dusta!'Wajah beliau tampak memerah, campuran antara murka dan rasa malunya yang lebih dalam dibanding gadis dalam pingitan."Hanya Abu Bakar seorang", sambung beliau, "Yang langsung mengiyakan, 'Engkau benar!' . Lalu dia membelaku dengan seluruh jiwa dan hartanya. Masihkah kalian tidak takut pada Allah untuk menyakiti sahabatku?"
'Umar berlinang, beristighfar, dan berjalan simpuh mendekat. Tetapi tangis Abu Bakar lebih keras, derai air matanya bagai kaca jendela lepas. "Tidak, ya Rasulullah. Tidak. Ini bukan salahnya," serunya terpatah-patah isak. "Demi Allah akulah memang yang keterlaluan." Lalu dia memeluk 'Umar, menenangkan bahu yang terguncang. Mereka menyatukan rasa dalam dekapan ukhuwah, menyembuhkan luka-luka.
(Dalam Dekapan Ukhuwah, hal 388-389)

MasyaAllah...
Allah, romantisme ukhuwah ini belum mampu kulukiskan cintaku secara verbal kepadamu saudari-saudariku.
Allah, romantisme ukhuwah ini belum mampu kupahami bahwa ukhuwah tak lepas dari uji.
Allah, romantisme ukhuwah ini masih menyelimuti ketakutanku.
Allah, romantisme ukhuwah ini bersimpul harap akan keberadaanku ada diantara kemaafan saudari-saudariku atas ukhuwah yang belum kutunaikan haknya.
Allah, romantisme ukhuwah ini bersimpul doa agar Engkau izinkan aku memiliki kepedulian, kelapangan hati, dan keluasan maaf seperti Abu Bakar.
Allah, romantisme ukhuwah ini masih aku berharap antara ketidakpahamanku dan ketidaktauan mereka, Engkau leburkan dalam ketaatan kepadaMu.
Allah, romantisme ukhuwah ini kirimkan teman-teman seperjuangan yang selalu menyebut asmaMu, yang berharap pertemuan denganMu, yang beramal karenaMu, yang meninggikan kalimatMu.
Allah tolong kirimkan dalam harap dan penantianku...
Allah, maafkan aku, maafkan, maafkan...

“dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.” (Al-Anfal: 63)


Hanya Allah

Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man nashir…
“Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”
Teringat suatu kisah dari Imam Syahid Hasan Al Banna, Suatu hari Ustadz Hasan Al Banna duduk bersama para ikhwah dalam sebuah majelis . Kemudian beliau bertanya, “Mengapa sekarang seolah berbagai lembaga, media, bahkan elit pemerintahan seolah semua menyudutkan dan menyerang kita?”
Kemudian beliau berkata kembali, “Kalian tahu kenapa semua ini terjadi? Agar kalian semua tahu dan menyadari betul, bahwa tidak ada tempat bersandar kecuali kepada Allah.. Dan agar jangan pernah kalian menanti dukungan dan kemenangan kepada seorangpun kecuali kepada Allah..”
Memperpanjang doa-doa kepadaMu dan memperbanyak amal-amal karenaMu...

Kembali

Tashiru - Kembali

Harapan dari setiap insan kesenangan serta ketenangan
mengarungi hidup ini tanpa ada cubaan
sayang harapan itu tak pasti karna cobaan akan terjadi
tuk menguji sabar diri dan ketaqwaan
akankah kita tetap tegar menjalaninya dengan keikhlasan
ataukah terjerumus ke dalam keputusasaan

Katakanlah kali ini adalah miliknya Allah
yang akan kembali kepadanya kapan dan dimana saja
dan berdoalah mohon ampunan dari semua kesalahan
agar mendapat keredhoan dan pertolongan

sayang harapan itu tak pasti karna cubaan akan terjadi
tuk menguji sabar diri dan ketaqwaan
akankah kita tetap tegar menjalaninya dengan keikhlasan
ataukah terjerumus kedalam keputusasaan

katakanlah kali ini adalah miliknya Allah
yang akan kembali kepadanya kapan dan dimana saja
dan berdoalah mohonampunan dari semua kesalahan
agar mendapat keredhaan dan pertolongan Dalam Ujian

katakanlah kali ini adalah miliknya Allah
yang akan kembali kepadanya kapan dan dimana saja
dan berdoalah mohon ampunan dari semua kesalahan
agar mendapat keredhoan dan pertolongannya

katakanlah kali ini adalah miliknya Allah
yang akan kembali kepadanya kapan dan dimana saja
dan berdoalah mohon ampunan dari semua kesalahan
agar mendapat keredhoan dan pertolongan Dalam Ujian

Sunday, April 14, 2013

Etika TSI (Teknologi Sistem Informasi) dari sisi Pengguna, Pengelola, dan Pembuat

Dalam postingan kali ini, saya akan membahas tentang Etika Teknologi Sistem Informasi dari sisi Pengguna, Pengelola, dan Pembuat. Oleh karena itu, mari kita bahas satu per satu pengertian dari judul postingan ini.

1. Etika
  • Menurut Kamus Besar Bhs. Indonesia (1995). Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
  • Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral.
  • Menurut Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi”.
Dari asal usul kata, Etika berasal dari bahasa Yunani ‘ethos’ yang berarti adat istiadat/ kebiasaan yang baik. Perkembangan etika yaitu studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan, menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya.

2. Teknologi
Teknologi adalah sesuatu yang diciptakan untuk memudahkan hidup manusia dengan bekal pengetahuan melalui akal manusia. Teknologi informasi adalah salah satu teknologi abad modern yang dikembangkan dari beberapa ilmu dasar seperti matematika, fisika, dan lainnya.

3. Etika dan Teknologi Sistem Informasi
Dari ulasan Etika dan Teknologi, korelasi keduanya sangat erat. Karena, teknologi kiranya menjadi hal yang patut diatur dan dilindungi pemanfaatannya karena apabila terjadi penyimpangan pada pemanfaatan terknologi, biasanya berakibat buruk bagi kehidupan manusia. Dari alasan tersebut, maka etika sangat berperan penting dalam menjaga rambu pemanfaatan teknologi sistem informasi. Di Indonesia juga sudah diatur dan tertulis dalam UU ITE Tahun 2008 BAB II Asas Tujuan Pasal 3 berbunyi :
"Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik dilaksanakan berdasarkan asas kepastian hukum, manfaat, kehati-hatian, itikad baik dan kebebasan memilih teknologi atau netral teknologi"

Sisi peran dalam pemanfaatan teknologi sistem informasi terbagi menjadi 3, yaitu:
1. Etika TSI pada Pengguna
Seorang pengguna dalam memberitakan suatu informasi harus sesuai dengan kenyataan yang ada, serta dalam mempublikasikan suatu karya harus asli (originalitas) dari hasil karyanya (tidak melakukan plagiatisme), bila menggunakan karya orang lain harus mencantumkan karya itu milik siapa.

2. Etika TSI pada Pengelola
Seorang pengelola wajib membuat hak akses atas pengelolaan akun hingga keamanannya harus terjaga sehingga tidak ada yang menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang ada.

3.  Etika TSI pada Pembuat
Dari sisi pembuat, pembuatan suatu teknologi sistem informasi harus mengikuti aturan seperti mendesain, merancang, hingga mengimplementasikan sesuai dengan interaksi manusia dan komputer karena TSI erat hubungannya dengan komputer dan teknologi sehingga pengguna mudah dalam menggunakan.

Dari ulasan diatas, sangat diharapkan kepada pembuat, pengguna, dan pengelola teknologi sistem informasi dapat menerapkan etika teknologi sistem informasi dalam kehidupan sehari-hari.


Referensi:
  1. bsanti.staff.gunadarma.ac.id/.../Teori++etika.ppt
  2. http://xa.yimg.com/kq/groups/23035984/1972357632/name/PERLINDUNGAN_HUKUM_PADA_PEMANFAATAN_TEKNOLOGI_INFORMASI.pdf
  3. http://www.lipi.go.id/intra/informasi/1250035982.pdf