Pages

Labels

Friday, January 25, 2013

Pelatihan Jurnalistik

Notulensi Pelatihan Jurnalistik

Teknik Penulisan Artikel
Oleh : Noor Raihan (Redaksi UG News)


1. Tulisan adalah sebuah pengungkapan berupa bahasa yang menerangkan sesuatu.

2. Tulisan dibagi 2 tipe, yaitu fiksi dan non-fiksi
* contoh tulisan fiksi : cerpen, puisi, hikayat, legenda, pantun, dll.
* contoh tulisan non-fiksi : artikel berita, biografi, essay, karya ilmiah, dll.

3. Rumus baku dalam penulisan adalah 5W + 1H (What, Who, When, Where, Why, and How)

4. Bentuk dan gaya penulisan terdiri dari beberapa jenis, yaitu deskriptif, opini/kolom, narasi/kronologi/diary, ilmiah popular, pop/humor
* deskriptif, merupakan gaya penulisan yang menceritakan sesuatu secara lugas dan memaparkan ciri-ciri dari suatu benda
* opini/kolom, merupakan gaya penulisan yang menceritakan sesuatu berdasarkan argumentasi dari penulisnya.
* narasi/kronologi/diary, merupakan gaya penulisan yang menceritakan sesuatu secara runtut dari awal sampai akhir.
* ilmiah popular, merupakan gaya penulisan yang memaparkan fakta dan hasil penelitian, namun menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh orang awam.
* pop/humor, merupakan gaya penulisan santai khas anak muda yang dipenuhi dengan bahasa gaul dan humor.

5. Tips menulis
o Kontinuitas dalam menulis harus dijaga dengan selalu membiasakan diri untuk menulis
o Perbanyak membaca, hindari untuk membatasi bacaan
o Jadikan pengalaman sebagai bahan bagi tulisan
o Kreasikan tulisan dengan tambahan pernak-pernik selain 5W+1H

Syukur Tak Bertepi

Assalamu'alaykum wr wb
Sobat pembaca, tulisan ini ku wakilkan untuk seorang kakak perempuan yang kami dipertemukan oleh iman dan dalam persaudaraan yang abadi, InsyaAllah.

Allah, terimakasih akan segenap pemberian-Mu atas hidup dan menghidupkan, mati dan mematikan.
Begitu indah cara-Mu yaa Rabb, memilih hamba-Mu dalam ujian tiap ujian.
Begitu indah Engkau menenangkan kami dengan firman-Mu, "La yukallifullaahu nafsaan illa wus'ahaa"... Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
Begitu halus peringatan-Mu dengan firman-Mu, "Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (QS. Ad-Dukhaan, 44: 38-39). "Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?." (QS. Al-Mu'minuun, 23:115).
Begitu syahdu masih menetap di moment Hari Ibu, Engkau menyadarkan kami sebagai seorang anak akan perjuangan Ibu yang menjaga kami dalam 9 bulan di kandungan.
Begitu sangat berterima kasih kepada-Mu, yaa Rabb..
Yang telah menegur diri ini dengan kisah hamba-Mu yang Engkau sayang, Ka Nadia, barakallahu fiik, ka.
Semoga Allah ganti buah cinta kakak dengan kehidupan yang lebih baik.
Teriring salam dan doa untuk bidadari kecil di surga-Nya :)

HUSNUDZHON, THAT'S THE POINT ^^

Assalamu'alaykum wr wb
Sahabat, izinkan catatan ini menghampiri ruang baca kalian ^^
Untuk sekedar berbagi kisah dan InsyaAllah saling mengingatkan.

Bismillaahirrahmanirrahim...

Sore itu disebuah subway di kota New York, suasana cukup sepi.Kereta api bawah tanah itu cukup padat oleh orang-orang yang baru pulang kerja. Tiba-tiba, suara hening terganggu oleh ulah dua orang bocah kecil berumur sekitar 3 dan 5 tahun yang berlarian kesana kemari. Mereka berdua mulai mengganggu penumpang lain.

Yang kecil mulai menarik-narik koran yang sedang dibaca oleh seorang penumpang, kadang merebut pena ataupun buku penumpang yang lain. Si kakak sengaja berlari dan menabrak kaki beberapa penumpang yang berdiri menggantung karena penuhnya gerbong itu. Beberapa penumpang mulai terganggu oleh ulah kedua bocah nakal itu, dan beberapa orang mulai menegur bapak dari kedua anak tersebut.

"Pak, tolong dong anaknya dijaga!" pinta salah seorang penumpang. Bapak kedua anak itu memanggil dan menenangkannya. Suasana kembali hening, dan kedua anak itu duduk diam. Tak lama kemudian, keduanya mulai bertingkah seperti semula, bahkan semakin nakal. Apabila sekali diusilin masih diam saja, kedua anak itu makin berani. Bahkan ada yang korannya sedang dibaca, langsung saja ditarik dan dibawa lari. Bila si-empunya koran tidak bereaksi, koran itu mulai dirobek-robek dan diinjak-injak. Beberapa penumpang mulai menegur sang ayah lagi dengan nada mulai kesal. Mereka benar-benar merasa terganggu, apalagi suasana pulang kerja, mereka masih sangat lelah.
Sang ayah memanggil kembali kedua anaknya, dan keduanya mulai diam lagi. Tapi hal itu tidak berlangsung lama. Si anak mulai membuat ulah yang semakin membuat para penumpang di gerbong bawah tanah itu mulai marah. Beberapa penumpang mulai memarahi sang ayah dan membentak.
"Pak, bisa mendidik anak tidak sich!" kata seorang penumpang dengan geram. "Dari tadi anaknya mengganggu semua orang disini, tapi bapak koq diam saja". Sang ayah bangkit dari duduknya, menghampiri kedua anaknya yang masih mungil, menenangkannya,dan dengan sangat sopan berdiri dan berkata kepada para penumpang yang ada di gerbong itu.
"Bapak-bapak dan ibu-ibu semua, mohon maaf atas kelakuan kedua anak saya ini. Tidak biasanya mereka berdua bertingkah nakal seperti saat ini. Tadi pagi, kedua anak saya ini baru saja di tinggal oleh ibu mereka yang sangat mereka cintai. Ibu kedua anak saya ini meninggal karena penyakit LEUKEMIA yang dideritanya".

Bapak itu diam sejenak, dan sambil mengelus kepala kedua anaknya meneruskan ceritanya. "Mungkin karena kejadian yang menimpa ibu mereka berdua itu begitu mendadak, membuat kedua anak saya ini belum bisa menerima kenyataan dan agak sedikit shock karenanya. Sekali lagi saya mohon maaf".
Seluruh orang didalam gerbong kereta api bawah tanah itu seketika terdiam. Mereka dengan tiba-tiba berubah total, dari memandang dengan perasaan kesal karena kenakalannya, berubah menjadi perasaan iba dan sayang. Kedua anak itu masih tetap nakal, mengganggu seluruh penumpang yang ditemuinya. Tetapi, orang yang diganggu malah kelihatan tambah menampakkan kasih sayangnya. Ada yang memberinya coklat, bahkan ada yang menemaninya bermain. Perhatikan kondisi subway itu !!! Penumpangnya masih sama !!!
Kedua anak itu masih nakal-nakal !!! tetapi terjadi perubahan yang sangat mencolok.
Suasana didalam subway itu berubah 180 derajat. Kenapa? Karena sebuah informasi.
Begitu pentingnya sebuah INFORMASI. KECIL... bisa merubah semua 'ATMOSPHERE' lingkungan kita. Seringkali kita salah paham dengan teman/sahabat kita, karena kita tidak mengetahui sebuah INFORMASI KECIL tsb... dan hal tersebut akan membuat 'ATMOSPHERE' yang buruk dengan teman kita, mungkin kita pernah berprasangka buruk pada teman kita...karena kita tidak mengetahui INFORMASI YANG SEBENARNYA!!
HUSNUDZHON, THAT'S THE POINT ^^
Bahkan dalam kalam suciNya sudah terukir indah, "Wahai orang-orang yg beriman! Jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang" (QS. Al-Hujuraat:12)
Mungkin ini juga makna dari husnudzhon, dari perkataan Ja'far Ash-Shaddiq, "Jika engkau menjumpai sesuatu yang tidak kau sukai dari perbuatan saudaramu, carilah satu bahkan tujuh puluh alasan untuk membenarkan perbuatan saudaramu itu.Jika engkau masih belum mendapatkannya, katakanlah,"Semoga ia mempunyai alasan yang aku tidak mengetahuinya"


Semoga bemanfaat, full barokah ^^

3 Langkah Praktis Untuk Tetap Optimis

Kehidupan selalu diwarnai dengan rintangan. Terkadang rintangan yang datang bertubi-tubi membuat kita gelisah, risau bahkan merasa gagal.  Seorang muslim tidak selayaknya ‘menyerah’ dalam menjalani ujian kehidupan ini. Putus asa adalah hal yang terlarang dalam syariat kita, sebagaimana firman Allah SWT :  Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir” (QS Yusuf 87)

Untuk itulah seorang muslim harus mampu memotivasi dirinya, memasukkan jiwa optimis dalam relung dadanya, agar mampu meniti hari-harinya yang berat dengan sikap yang mulia. Setidaknya ada tiga hal yang bisa menjaga dan menguatkan sikap optimis dalam diri seorang muslim. 

Pertama :  Meyakini Janji Allah

Firman Allah SWT dalam Al-Quran dipenuhi dengan ayat-ayat targhib yang penuh motivasi bagi seorang muslim. Diantaranya adalah bahwa Allah SWT tidak memberikan ujian apapun kecuali sesuai dengan kemampuan kita. Dalam surat Taghobun kita juga diingatkan bahwa dengan ketakwaan seluruh urusan kaum muslimin akan menjadi mudah, dan bahkan mendapatkan rejeki dari arah yang tak diduga. Diluar itu semua jika kita mencermati, bekal terbesar bagi seorang muslim untuk optimis adalah dengan keimanannya.

Keimanannya itulah yang membuat semua hal menjadi baik baginya. Rasulullah SAW bersabda : “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukin, semua urusan baik baginya dan kebaikan ini tidak dimiliki oleh selain seorang mukmin. Apabila mendapat kesenangan ia bersyukur dan itulah yang terbaik untuknya. Dan apabila mendapat musibah ia bersabar dan itulah yang terbaik untuknya.” {HR. Imam Muslim]

Kedua : Terus Berdoa

 Optimisme dipupuk dengan terus bedoa dan merasakan kedekatan kepada Allah SWT. Apa yang kita saksiksan hari ini dari kekayaan dan kemakmuran jazirah Arab, adalah perwujudan dari doa penuh optimisme dan keyakinan yang terlantunkan dari lisan nabi Ibrahim alaihissalam.  Doa tersebut diabadikan dalam Al-Quran sebagai pelajaran optimisme pada kita.  “Dan ingatlah tatkala Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku jadikanlah negeri ini negeri yang aman, dan berilah rezeki kepada penduduknya berupa buah-buahan yang banyak..”(QS Al Baqarah: 126). Dengan berdoa kita merasa dekat dan membutuhkan Allah SWT, maka optimisme kita menjadi lebih bersih dan terjaga dari keangkuhan diri pribadi.

Ketiga : Melangkah Dengan Cermat

Optimis bukan berarti angan-angan kita melayang di langit sana tanpa amal nyata. Namun optimisme justru menguat setelah kita melangkah dengan mantap dan teguh untuk mengubah kondisi yang kita alami. Bukankah Allah SWT telah mengingatkan : “Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (Surat Ar-Ro’du 11).  Maka tidak layak berdiam diri atas nama kesabaran, namun kita semua berupaya berbuat dengan lebih baik dan lebih cermat dari sebelumnya, karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Semoga kita mampu mewarnai hari-hari kita dengan penuh optimis, menyambut setiap tantangan sebagai peluang syukur dan kesabaran, sebagaimana digambarkan dalam sabda Rasulullah SAW : "Barangsiapa di antara kalian yang memasuki waktu pagi hari dalam keadaan aman pada dirinya, sehat jasmaninya dan dia memiliki makanan pada hari itu, maka seolah oleh dia diberi dunia dengan berbagai kenikmatannya” (Bukhori dalam Adabul Mufrod). Salam optimis !

*artikel dimuat di Rubrik Tausiyah Suara Merdeka Suara Solo Jumat 23 September 2011


Selimut Kedewasaan

Mata, sabarlah dengan kesabaran yang baik akan keabsenan pelangi yang mewarnai bola matamu.

Hidung, sabarlah dengan kesabaran yang baik akan aroma tak sedap memasuki pintu hidupmu. Bukankah si sampah memberikan kebermanfaatan untuk si hijau?

Mulut, sabarlah dengan kesabaran yang baik akan terbukanya katupmu yang sangat berduri. Bukankah Sang Suri Tauladan sudah mengajarkan "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata baik atau diam".

Telinga, sabarlah dengan kesabaran yang baik akan dentuman kebisingan yang sangat mengusik jiwa-jiwa pikiranmu.

Hati, yaa hati, sabarlah dengan kesabaran yang baik akan sikap si mata, si telinga, si hidung, si mulut. Yakinlah untuk terus memutihkan istanamu dengan cara kamu oleskan kesabaranmu. Hati, sabarlah menjaga putihnya istanamu.
Hati, marilah sekali lagi, Sang Suri Tauladan sudah mengajarkan "Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka akan menjadi baik semuanya, dan apabila segumpal daging itu jelek, maka akan jeleklah semuanya, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati".

"Maka bersabarlah engkau (Muhammad) dengan kesabaran yang baik" (Q.S Al-Ma'aarij: 5)