Pages

Labels

Showing posts with label Kias Celotehan. Show all posts
Showing posts with label Kias Celotehan. Show all posts

Tuesday, March 6, 2012

Siapa saya ?!

Assalaamu’alaykum Warohmatullaah Wabarokaatuh…

Pembaca, terima kasih, sudah bersedia mengunjungi singgasana maya saya ini. Semoga singgasana ini bernilai kebermanfaatan bagiku, bagimu dan bagi kita semua.

Sedikit tentang saya...
Kamu bisa panggil saya Nadia. Ya, cukup Nadia saja. Mari saya ajak kalian menelusuri ruang hidup saya :)


Saya dan arti nama.

Nama lengkap saya adalah Nadia Achya. Nama saya ini memiliki makna harapan hidup. Begitulah arti dari orang-orang terdekat saya. Entahlah apa pasti atau tidak pasti akan arti tersebut, yang terpenting saya adalah Nadia. Seorang perempuan yang ingin terus memperbaiki diri.


Saya dan keluarga.

Keluarga adalah tempat labuhan hati setelah Sang Pencipta. Saya anak pertama dari 4 bersaudara. Alhamdulillah kedua orangtua saya menghadirkan adik kecil pada bulan Mei tahun lalu di keluarga kami. Harapan saya akan adik kecil ini adalah seorang perempuan. Tapi Allah menghendaki lain, jadi lengkaplah sudah saya tetap memegang julukan "anak tercantik" di keluarga saya. Itu berarti ketiga adik lelaki saya adalah jagoan yang menjaga saya, ;).


Saya dan pendidikan.

Alhamdulillah, status saya sekarang mahasiswi Sistem Informasi, semester 6 di Universitas Gunadarma. Jejak saya diawali dengan belajar di TK Rigatrik-Jakarta, SDN 05-Jakarta dan 01-Depok, SLTPN 131-Jakarta, SMAN 49-Jakarta. Saya menempati 2 SD, karena status saya saat kelas 4 SD sudah merantau ke Depok :).


Saya dan programmer.

Pada semester 5, alhamdulillah saya terdaftar menjadi Programmer atau IT-Support di Laboratorium Mmanajemen Menengah Universitas Gunadarma. Dimulai dari sini, saya makin menikmati dunia IT. Belajar dari latihan, mandiri, tanya teman, membuat saya makin menyelami bahwa ilmu itu berkah jika kita niatkan dengan baik dan benar.


Saya dan organisasi.

Saya ini senang berorganisasi, jejak saya di organisasi dimulai dari yang terkecil. Menjadi sekretaris kelas, kemudian saya mengenal OSIS, MPK, dan ROHIS di SMA saya. Saya mengeksplor diri saya lagi di perkuliahan dengan mengikuti salah satu UKM, yakni UKM Fajrul Islam. Bagi saya organisasi adalah ruh kehidupan, sebagian besar pengalaman saya didapat dari berorganisasi. Dimulai dari adaptasi dengan rekan-rekan, belajar memimpin, siap dipimpin, mengorganisasi kegiatan, mendapatkan ilmu yang tidak saya dapatkan di kelas. Organisasi membuat life skill saya bertahap untuk mengorganisir kehidupan ini dengan baik.


Saya dan dakwah.

Dakwah, nama yang sudah saya sering dengar semenjak SMA, saya mengenal kata ini dari program pekanan ROHIS SMA yakni mentoring. Mentoring merupakan salah satu sarana yang di dalamnya terdapat proses belajar. Orientasi dari mentoring itu adalah pembentukan karakter dan kepribadian seseorang sebagai mentee (peserta mentoring) karena adanya seorang mentor (orang yang mengajar/membina) dalam suatu wadah atau organisasi. Status saya adalah peserta mentoring, dimana saya dan teman-teman dibuat satu kelompok yang diajarkan oleh kakak alumni SMA saya. Disana saya diajarkan bagaimana Allah sangat memberikan rahmatNya yang begitu banyak, bagaimana Islam itu sangat indah, bagaimana kehidupan kita ini sudah terangkum dalam ayat-ayat suciNya, bagaiman sikap dan tutur kata kita ini sudah ada contoh dari Sang suri tauladan, Nabiyullah Muhammad SAW, bagaimana kematian adalah sebaik-baik pengingat. Nah dari mentoring ini selalu menjadi pengingat saya, bahwa sebelum kematian tiba , bekal apa yang sudah saya siapkan?! Dari mentoring ini, saya siapkan bekal satu persatu. Untuk diri saya juga orang lain. Dari bekal mentoring ini saya mulai terus memahami makna kata dakwah yakni "saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran" (Q.S Al-'Asr: 3).


Saya dan hobi.

Saya mempunya hobi membaca, menulis, memasak, berbisnis, dan berorganisasi. Saya senang tempat perpustakaan dan toko buku, karena disana saya bisa menyalurkan hobi membaca saya. Saya senang buku-buku catatan dan media penulisan, karena disana saya dapat menuliskan apa saja yang sedang saya fikirkan. Saya senang makan, lhooo, hehe... Saya senang orang lain bahagia, salah satunya dengan menyalurkan hobi saya dengan memasak, karena penilaian masak bagi saya bukan dari enak atau mahal dari makanan tersebut. Tapi dari ekspresi orang yang mencicipi makanan saya :). Hobi berbisnis saya dimulai dari SMP, yakni sebagai penjual pulsa tanpa "counter", maksudnya saya tidak membuka counter pulsa, tapi cukup dengan modal kartu HP saya yang sudah ada saldo pulsa, maka bisnis pun jalan, alhamdulillaah :). Yang terakhir ini, tidak pernah ketinggalan dalam kehidupan saya, organisasi adalah sahabat setia saya, yang mengerti saya dan mengajarkan saya banyak hal.


Saya dan impian.

Pembaca, tiba juga di paragrap yang memang arti dari nama saya "harapan", saya mempunyai harapan hidup. Saya mempunyai balon-balon mimpi, yang sekarang sedang saya tiup pelan-pelan, hingga nanti berbentuk balon dan mengangkasa ke langit. Yaa itulah gambaran makna mimpi saya. Saya ingin menjadi "dokter sistem" di kehidupan saya dan orang lain. Saya ingin setiap langkah hidup saya memiliki arti kebermanfaatan untuk orang di sekitar saya. Saya ingin terus berkarya dan berkreasi, layaknya angin yang terus berhembus tanpa batas ruang dan waktu :)


Yah, demikianlah perkenalan dari saya yang sangat panjang yaa bukan dikit, hehe. Biasanya, banyak yang alergi matanya baca tulisan panjang ini. Yaa nda apa lah ya ;). Satu yang saya pastikan, pembaca akan tersenyum dengan tulisan saya ini, ^^.


Wassalamu'alaykum Warohmatullaah Wabarokaatuh…

Monday, June 13, 2011

Julukan Negara-Negara di Dunia

Assalamu'alaikum ... Pembaca

Tulisan kali ini terinspirasi dari temanku yang akan berangkat ke Negeri Jiran esok hari. Alhamdulillah ia salah satu dari 16 mahasiswa untuk pertukaran mahasiswa ke negeri Jiran

Nah, dari sini aku tertarik untuk menyebut negeri Malaysia dengan negeri Jiran. Umm, usut punya usut, langsung bertanya dengan diri sendiri, negeri yang lain punya julukan apaa yaah

Saat mencari-cari dan akhirnya dapat beberapa dari berbagai sumber, langsung deh nii aku list julukannya:

1) Amerika Serikat = negeri paman sam

2) Arab Saudi = negeri petro dolar, negeri padang pasir

3) Australia = negeri kangguru

4) Belanda = negeri kincir angin, negeri dam (bendungan)

5) Brazil = negeri raja kopi

6) China = negeri tirai bambu

7) Finlandia = negeri seribu danau

8) India = negeri barata

9) Indonesia = unity in diversity, negari agraris, jamrud di khatulistiwa, laskar
merah putih

10) Inggris = the black country

11) Irak = negeri 1001 malam

12) Jepang = negeri sakura, negeri matahari terbit

13) Jerman = negeri Hitler

14) Korea = negeri ginseng

15) Malaysia = negeri jiran

16) Mesir = negeri firaun / piramida

17) New Zealand = negeri kiwi

18) Rusia = negeri tirai besi, negeri beruang merah

19) Spanyol = negeri matador

20) Thailand = negeri gajah putih

21) United Kingdom = negeri matahari yang tidak pernah tenggelam (panjang pisan)

Yaa itulah julukan sebagian negara yang aku dapatkan, semoga impianku ke 4 negara, yaitu: Arab Saudi, Korea, Jepang, dan New Zealand dapat terealisasikan dengan baik, bismillaah

Ini mimpiku

Mimpimu

Saturday, June 11, 2011

Mampukah Aku Menjadi Wanita Shalihah?

The beauty of a woman is not in the clothes she wears, the figure that she carries,or the way she combs her hair.

The beauty of a woman must be seen in her eyes, because that is the doorway to her heart, the place where love resides.

The beauty of a woman is not in a facial mole,

But true beauty in a woman is reflected in her soul.

It is the caring that she lovingly gives, the passion that she shows and the beauty of a woman.

With passing years only grows!


Mampukah aku menjadi seperti Siti Khadijah?
Agung cintanya pada Allah dan Rasulullah
Hartanya diperjuangkan ke jalan fisabilillah
Penawar hati kekasih Allah
Susah dan senang rela bersama...


Dapatkah ku didik jiwa seperti Siti Aisyah?
Istri Rasulullah yang bijak
Pendorong kesusahan dan penderitaan
Tiada sukar untuk dilaksanakan...


Mengalir air mataku
Melihat pegorbanan putri shalihah Siti Fatimah
Akur dalam setiap perintah
Taat dengan ayahnya, yang sentiasa berjuang
Tiada memiliki harta dunia
Layaklah dia sebagai wanita penghulu syurga...


Ketika aku marah
Inginku intip serpihan sabar
Dari catatan hidup Siti Sarah....


Tabah jiwaku
Setabah umi Nabi Ismail
Mengendong bayinya yang masih merah
Mencari air penghilang dahaga
Diterik padang pasir merak
Ditinggalkan suami akur tanpa bantah
Pengharapannya hanya pada Allah
Itulah wanita Siti Hajar....


Mampukah aku menjadi wanita shalihah?
Mati dalam keunggulan iman
Bersinar indah, harum tersebar
Bagai wanginya pusara Masyitah....

Friday, June 10, 2011

Kamu dan Aku, Aktivis?!

for everyone

Aku memang bukan siapa-siapa..

Aku hanyalah seorang mantan 'aktivis' !

Ya, mungkin itu lebih baik sebutan untukku..

Aku tahu aku melakukan kesalahan..

Aku tahu kau pun tahu masalahku..

Karena aku tlah menceritakan semuanya padamu..

Kau ada di saat aku memerlukanmu tuk berbagi cerita..

Itu dulu..

Ya, itu dulu..

Tapi sekarang,, dimana kamu?

Dimana kamu saat aku mulai menjauh?

Menjauh dari kehidupan dulu..

Kehidupan penuh lika liku..

Berda'wah bersama kalian,, bersamamu..

Dimana kamu saat aku tak lagi berada dalam barisan itu?

Barisan yang tlah membuatku belajar banyak hal..

Tak pantaskah aku bersama kalian saat ini?

Ya, memang tak pantas rasanya buat seorang mantan 'aktivis' sepertiku..

Aktivis yang tlah menodai jalan da'wah ini..

Jalan da'wah yang suci ini..

Jalan da'wah yang tak pantas dilalui oleh seorang pendosa sepertiku..

Tapi,, apakah tak ada kesempatan tuk memperbaiki smuanya?

Tak adakah ruang untukku di barisan itu lagi?

Tak adakah??

Atau bahkan tak adakah aku di ruang hatimu?

Andai saja kau tahu..

Bahwa aku teramat rindu dengan masa-masa dulu..

Masa-masa aku berada di barisan itu..

Masa-masa aku berda'wah bersamamu..

Aku kan mengejarmu..

Tunggu aku!

Aku pasti bisa mengejar ketertinggalanku..

Tapi aku butuh kamu..

Tolong ulurkan tanganmu..

Aku ingin kembali seperti dulu..



Sahabat,, bukan aku tak mau..

Sungguh! Tak pernah terlintas sedikitpun tuk menjauh darimu..

Tapi apa dayaku?

Jika setelah masalah itu,,

Kau jarang berkumpul dengan kami..

Kau sepertinya sibuk dengan duniamu saat ini..

Hal itulah yang akhirnya membuat jarak antara kita..

Aku sibuk dengan urusanku..

Dan kau sibuk dengan urusanmu..

Sesekali aku coba mendekatimu..

Entah kenapa ada yang berbeda..

Tak seperti dulu..

Ada jarak antara kita..

Jarak yang sepertinya cukup jauh tuk melampauinya..

Ku coba tuk bersikap biasa..

Namun tak bisa..

Sesekali aku pernah melihatmu..

Melihatmu dengan orang baru dalam hidupmu kini..

Orang baru yang tlah menjebakmu dalam masalah..

Dan menjauhkan kita..

Hatiku menjerit..

Mungkin memang tak sering aku mengingatkanmu akan masalahmu yang satu itu..

Tapi,,sepertinya kau seolah acuh..

Bahkan kau menuntut perhatian dariku..

Ya, memang kusadari, tak banyak waktuku untuk memberi perhatian padamu..

Tapi, jika kau menuntut perhatian dariku..

Aku tak bisa memberikan lebih dari yang aku lakukan saat ini..

Karena aku memang egois..

Egois karena seolah aku tlah meninggalkanmu..

Meninggalkanmu dengan masalah yang tlah kau ceritakan padaku..

Meninggalkanmu dengan orang yang menjebakmu dalam masalah..

Aku egois karena tlah tahu masalahmu..

Namun tak bisa memberi solusi padamu..

Aku yakin kau bisa mengejar kami semampumu..

Tanganku akan terus kuulurkan untukmu..

Hingga akhirnya kau bisa meraih tanganku..

Dan kita bisa bersama kembali..


Selalu ingin menangis jika membaca ini :(
Selalu berkaca dan mengingat saudari-saudariku.
Afwan jiddan ukhtifillah, jika tersingkap khilaf dari ana, dari bicara ana, tatapan ana, senyuman ana, tawa ana, sedih ana, cemas ana, keraguan ana, diam ana, afwan jiddan yang belum sempurna menjadi saudarimu.
Tolong beri ana kesempatan, kesempatan menikmati pelangi ukhuwah bersamamu, melukis indahnya pelangi dengan warna dari pribadi kita yang berbeda-beda dan indah.


Kusampaikan do'a robithoh untukmu . . .
" Ya Allah, Engkau tahu bahwa hati ini telah berhimpun dalam kecintaan kepada-Mu, telah berjumpa dalam mentaati-Mu, telah bersatu dalam dakwah kepada-Mu, telah terjalin dalam membela syariat-Mu. Maka teguhkanlah, Ya Allah, ikatannya; kekalkanlah kasih sayangnya; tunjukilah jalan-jalannya; penuhilah hati itu dengan cahaya-Mu yang tidak pernah sirna; lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman kepada-Mu dan indahnya kepasrahan kepada- Mu; hidupkanlah ia dengan bermakrifah kepada-Mu; dan matikanlah ia diatas kesyahidan di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Allah, kabulkanlah. Dan curahkanlah sholawat, kesejahteraan dan kedamaian kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, serta kepada keluarga dan para sahabat beliau".

Ana uhibbukifillah :*

Thursday, June 9, 2011

Puisi Bersama

Sebenarnya puisi ini sudah lama tercatat hitam di atas putihnya, tapi bolehlah untuk re-post kembali disini. Hanya untuk menuangkan untaian kata dari kami. Ohh yaa, disini bukan hanya aku yang bermain kata, "kami" disini maksudnya dengan teman kelasku Septiani Ambarwati. Sahut-sahutan puisi ini juga tidak sengaja, saat ku lihat status FB nya, commentku langsung membalas puisinya :)
Monggo dibaca :)



Perlahan semua terulang begitu, Waktu belum juga memihak.
Mantra, doa, jadi sumpah serapah.



Meniti titian waktu menemui garisnya.
Dalam heningan detakan jiwa sepia.



Rembulan menyuram, belum juga usai..
serpihan hening buyarkan lara..



Kala sinarnya mengintip bumi.
melantunkan desiran simphoni cinta.



Bumi merekah pamerkan pertiwi, lantunannya tak hiraukan kelabu........



Mozaik kelabu bertiraikan cinta.
Tersenyum indah dalam dekapan jiwa.


December 1, 2010

Ternyata di penghujung 2010, sudah lama juga :)

Tuesday, March 29, 2011

Ketika Malware dan Phishing Berulah

Ada hal aneh yang menyelubungi kabut malam ini.
Berawal saat ku lihat status teman FB yang seperti ini bunyinya:
"Masih ada orang yg mau terkenal dan kaya raya dengan memuja setan, termasuk salah satu grup band terkenal di Indonesia ckckckck.... baca selengkapnya di http://tinyurl.com/4fqudco !!!"

Haduhhh ampun deh -.-". Saat itu responku langsung membuka link tersebut dan memang ada informasi di link tersebut, hmm saat itu aku berpikir hanya sebatas ingin tahu. Saat aku close, seorang nengku menegur via chat, "neng kamu kena hack neng, cepet ganti password". langsung responku mengganti password.

dan beberapa menit kemudian aku tanya kepada kakanda SNI :). dan beliau menjelaskan kurang lebihnya seperti ini "itu bkn mainan password spertinya dinda..
tp dikau dapet krn udah ngeklik.." lanjutnya "namanya phising dn malware
http://blog.fathihadi.net/malware-dan-phishing-pada-facebook/
coba baca itu" umm,, langsung saja segera ku baca link tersebut.

Dan benar apa yang diungkapkan link tersebut, kutipannya:
"Ya, bahkan pengirim chat itupun tidak merasa pernah menulis seperti itu. Lalu siapa yang menulis ? Viruskah ? atau mungkin Hantu ?. Bukan virus, melainkan sebuah code program biasa yang berisi malware. Menurut Wikipedia, Perangkat perusak (bahasa Inggris: malware, berasal dari lakuran kata malicious dan software) adalah perangkat lunak yang diciptakan untuk menyusup atau merusak sistem komputer, peladen atau jejaring komputer tanpa izin termaklum (informed consent) dari pemilik.

Tolong garis bawahi kalimat “tanpa izin termaklum (informed consent) dari pemilik”, Bagaimana jadinya bila anda ternyata memberikan izin terhadap software/program tersebut ?, Hal ini jelas ketika pertama kali anda menyetujui program ini melakukan aksinya.Pada Facebook terdapat suatu permission/izin untuk setiap aplikasi yang dikembangkan menggunakan Facebook API, silahkan baca artikel saya sebelumnya disini. Setiap aplikasi pada facebook akan meminta izin kepada para pemakainya sebelum dapat melakukan/menggunakan hak yang anda berikan. Izin atau Permission yang saya maksud disini adalah untuk mengakses data dan fitur yang telah di sediakan oleh Facebook API."

intinya yang aku dapat adalah adanya penyalahgunaan Facebook Permission, nah ini dapat diakali oleh para pembuat malware itu.

langsung lagi dan lagi bertindak cepat menghapus aplikasi aneh di account facebook ku. berharap dari sini aku tidak terjebak lagi.

duhai pembuat malware: gunakanlah disiplin ilmumu dengan baik. bahwa seyogyanya apa yang kamu kerjakan akan dipertanggungjawabkan di hadapanNYA!

duhai yang mempunyai sifat penasaran yang tinggi seperti aku: jangan sembarangan lagi mengklik klik link aneh dan permission sembarangan (baca: facebook), pergunakanlah penasaranmu pada tempatnya.

* sedikit terlalu apreciate sii, tapi nda apa-apa agar menjadi catatan pengalaman :)

* alhamdulillahirabbil'alamin,, ojolali yoo buat neng, kanda, dan blog fathihadi atas inponya :)

Thursday, February 3, 2011

Namamu indah dalam dekapanku



FAJRUL ISLAM
Nama yang membawaku ke dalam gerbong kereta dakwah, suatu rel cinta merajut ukhuwah, mengemban amanah, menahan gejolak emosi, semuanya adalah bagian tarbiyah dariMU, Rabbi.
Ingin ku sisipkan mars ini untukmu Fajrul Islam :)

Fajrul Islam
Kini Menyingsing
Meretas Dakwah
Yang Kian Terasing
Walau Mereka
Kan Terus Menuding
Langkah Kami Tak Akan Bergemin

Kami Yakini Dakwah Ini Tak Kan Berhenti
Walau Mereka.. Terus Menghalangi
Yaa Allah Teguhkan Langkah Kaki Kami
Tuk Arungi Risalah Dakwah Nan Suci

Wahai Kawan.. Ayolah Bangkit.
Selimut Kemalasan hancurkanlah.
Bersatu Bersama Kami
Menuju Fajar Kebangkitan Islam

Berderap.. Berderap.. Maju Kehadapan
Singkirkan Hancurkan Segala Kezoliman
Tinggikan Kibarkan Panji-panji Islam
Di Bawah Naungan Cahaya Al- Qur'an

(Mars Fajrul Islam)
Syarif Hidayat ang. 99

Singkat menyingkat, subhanallah :)

Alhamdulillahirabbil'alamin, dalam denting 9:50 PM aku masih bisa merajut blog ini, merupakan hal yang kutunggu-tunggu dari beberapa waktu silam. Memanfaatkan waktu di pekan liburan semester ini. Umm iyaa, semoga hasilnya merupakan yang terbaik menurutNYA :)

Sekedar berbagi dari notes yang pernah aku baca dari facebook:
http://www.facebook.com/note.php?note_id=167782599907118

Yuukk lihat apa isinya :)

Namanya adalah singkatan indah dari buah-buahan, subhanallah :)
(Apel) ayo pelajari al Qur’an

(Strawberry) selalu taat dan rajin memberi

(Jeruk) jangan berbuat buruk

(Pisang) pantang iri, sombong dan angkuh

(Anggur) anggota gemar bersyukur

(Jambu) jaga iman di kalbu

(Tomat) tobat dan tidak bermaksiat

(Talas) tidak ada kata malas

(Mentimun) Menuntut ilmu tidak banyak melamun

MeT Menikmati.. ^__^

Subhanallah dari nama buah-buahan pun kita dapat mengambil hikmahnya dan tersirat makna untuk kita renungkan sejenak dan menjadi lebih baik lagi :)

Dalam kalam suciNYA tergores:
"Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir."
(Q.S Ar-Ra'd : 4)

Mencari atau Menyepelekan?

Bismillah
Mulai kembali merajut huruf-huruf dalam sulaman blog ini :)

Beberapa pekan yang lalu dapat email dari kakakku tersayang yang sudah di Semarang sekarang :)
Perjumpaan denganmu suatu lukisan pelangi ukhuwah untukku, semoga Allah selalu menjaga kita dalam naungan cintaNYA.

Mari, melihat isi emailnya
judulnya Mencari Alasan, umm bagiku sangat nyentil juga ini catatan, yuukk simak.

Menjelang mukhoyyam;

'maaf, saya ada agenda keluarga keluar kota.'
'Apa tidak bisa ditunda?'
'Soalnya besuknya juga ada acara lagi.'
'Tapi ini kan mukhoyam sapu jagad akh?'
'iya, habis gimana ya....'
tetap tidak bisa

kadang2, kita menumukan kondisi diatas.
atau saat liqa

'liqa sdh mulai ini. antum dimana?'
kali ini sms
'maaf pak, saya masih kecapekan pulang kerja
izin dulu.'
capek. Bisakah jadi alasan..?

atau saat rapat

'akh, katanya antum kemarin ngga datang
saat rapat abis shubuh?
katanya cuma DPC kita yg ngga ada wakilnya?'
'afwan akh, kemarin itu hujan deras abis shubuh.
makanya saya ngga bisa berangkat.'
'hujan deras? bukannya antum punya jas hujan?
antum pernah ngga lihat saya ngga adatang karena hujan.
bukankah rumah saya lebih jauh dari antum?'
tak ada tanggapan.
Hujan. akankah jadi penghalang...?

soal alasan, kita memang suka mencari-carinya.
apalagi kalau murabbi atau pembina mudah ngasih izin
dan dari pengalaman tak pernah ada masalah dengan izin
tak ada iqab atau amarah dari atas

kitapun menikmati 'izin' yg diberikannya.
Tetapi, apakah dihadapan Allah masalahnya juga 'selesai'?

dalam masalah2 dakwah, tarbiyah, dan akhirat
orang-orang beriman tidak semestinya banyak minta izin

para pendahulu kita,
selalu bersedia memenuhi panggilan
mereka tidak minta izin

Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa(QS.9:4)

satu kali, datanglah sekumpulan orang islam
minta izin kepada Rasulullah untuk tidak ikut
dalam perang tabuk

dan Rasulullah mengizinkannya
maka turunlah firman Allah

Semoga Allah mema'afkanmu. Mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?
QS 9:43

itulah maksudnya,
andaikan pun kita diizinkan dengan alasan kita
belum tentu selesai urusan dengan Allah
karena IA Maha Tahu apa yg dalam hati kita

apakah kita merasa capek saat hendak berangkat?
tiba2 motor mogok?
tiba2 anak-anak rewel?
tiba2 inget punya PR?

waspadalah, waspadalah
ada kalanya karena dari awal azzam kita kurang kuat
niat kita kurang bulat
maka Allah tidak redho dengan itu
dan dijadikanlah kita golongan yg tertinggal
Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka. dan dikatakan kepada mereka: "Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu."
9:46

maka jika dari awal kita berniat untuk tidak hadir, biasanya,
akan selalu muncul alasan untuk itu.

sebabnya bisa jadi, karena Allah tidak menghendaki
mereka yg niatnya tidak bulat, azzamnya kurang kuat
jika mereka ikut, bisa2 malah menambah masalah

Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antara kamu; sedang di antara kamu ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang zalim. 9:47

karena itu jika al akh, saya maksudnya, berniat tidak hadir karena alasan:

hujan lah
capek lah
panas lah
habis bensinlah
kendaraan sudah terlanjur dimasukin lah
dll lah

waspadalah,
jangan2 memang niat kita dari awal kurang bulat
dan Allah tidak suka dengan itu

tetapi ada yg lebih berat dari itu:
al akh yg tidak (ingin) hadir
dan ia tidak minta izin
ia justru menyampaikan alasan2nya ke al akh yg lain
siapa tahu ada yg mengikutinya ^_^

yg ini ayatnya agak berat
Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut perang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini." Katakanlah: "Api neraka jahannam itu lebih sangat panas(nya)" jika mereka mengetahui.

Mereka juga mencari-cari alasan

Para shahabat ra yang mulia,
mereka juga mencari-cari alasan saat terbentang sebuah amalan
lihatlah beberpa contoh berikut:

tersebutlah seorang shahabat yg mulia
Abdullah bin Mughfil namanya
saat genderang perang tabuh berkumandang
ia ingin ikut berangkat berperang

tapi ia tidak punya bekal
tidak punya senjata
tidak punya binatang tunggangan

beberapa shahabat lain juga bernasib sama
seperti Ulyah bin Yazid ra

tapi mereka semua ingin ikut tetap berangkat
ke medan jihad
datanglah mereka menemui Nabi minta perbekalan
tapi nabi bilang sudah habis itu perbekalan'
merekapun kembali dengan air mata bercucuran
sedih tak ikut berangkat

turunlah firman Allah
dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: "Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu." lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan[654]. 9:92

contoh lain, orang2 miskin di zaman Nabi SAW:


Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Sahabat Muhajirin yang miskin datang kepada Rasulullah saw. dan mengadu: "Orang-orang yang kaya mendapatkan derajat yang tinggi dan kenikmatan abadi." Beliau bertanya : "Mengapa demikian?" Mereka menjawab: "Mereka mengerjakan salat sebagaimana kami salat, mereka berpuasa sebagaimana kami puasa, dan mereka juga bersedekah. Sedangkan kami tidak, serta mereka memerdekakan budak, tetapi kami tidak dapat memerdekakannya." Kemudian beliau bersabda: "Bolehkah aku memberitahu kalian tentang sesuatu yang dapat mengejar mereka, dan kalian akan berada dalam barisan terdepan bagi orang-orang sesudahmu, serta tidak ada seorang pun yang lebih utama dari kalian, kecuali orang yang melakukan seperti apa yang kalian lakukan?" Mereka menjawab: "Baiklah, wahai Rasulullah."Beliau menjawab: "Yaitu supaya kalian membaca tasbih (Subhanallah) membaca takbir (Allahu akbar) dan membaca tahmid (Alhamdulillah) setiap selesai salat masing-masing tiga puluh tiga kali". Tetapi, setelah itu sahabat-sahabat Muhajirin yang miskin kembali lagi kepada Rasulullah saw. dan berkata: ""Saudara-saudara kami yang kaya itu mendengar apa yang kami lakukan, kemudian mereka melakukan seperti apa yang kami lakukan." Maka Rasulullah saw. bersabda: "Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki."
(HR. Bukhari dan Muslim)

mengapa disebutkan para shahabat diatas mencari2 alasan?

Ya, sebenarnya mereka kekurangan.
mereka tak punya senjata, bekal.
Mereka miskin, tak bisa berinfaq harta, apatah lg memerdekakan budak.

tetapi mereka mencari2 alasan agar bisa berjihad
mereka mencari2 alasan agar menjadi yg terbaik di hadapan Allah.

dan itulah bedanya mencari alasan kita dan mereka:

kita (khususnya saya), dengan segala kelebihan yg kita miliki
mencari2 alasan untuk tidak berperan serta dalam kebaikan

adapun para shahabat, dengan segala kekurangan yg mereka alami
mereka mencari2 alasan agar tetap berperan dalam jihad dan dakwah

maka begitulah, setiap menjelang perang:

shahabat yg masih muda, memakai sepatu berhak tinggi
mereka ingin tampak dewasa dan diikutkan dalam jihad
shahabat yg tua, mereka tunjukkan ahli memanahnya
mereka sampaikan ingin beroleh syahid di jalan-Nya

tetapi ada yg sangat monumental dari itu semua:
kisah wafatnya Abdullah bin Ummi maktum

lelaki buta yg mulia ini, dengan kekurangannya
mencari2 alasan biar ikut berperang
biar bisa syahid

tetapi khalifahpun punya alasan melarang

lelaki buta berbahaya jika ikut berperang
iya kalau yg ditebas adalah musuhnya,
bagaimana jika keliru temannya?

tetapi, lelaki buta yg mulia itu
selalu punya alasan untuk menggapai cita2 syahidnya
dan inilah kisah akhir hayatnya:

Meskipun Allah telah memaafkan Ibnu Ummi Maktum dan orang-orang udzur seperti dia untuk tidak berjihad, namun dia enggan bersantai-santai beserta orang-orang yang tidak turut berperang. Dia tetap membulatkan tekat untuk turut berperang fi sabilillah. Tekad itu timbul dalam dirinya, karena jiwa yang besar tidak dapat dikatakan besar, kecuali bila orang itu memikul pula pekerjaan besar. Maka karena itu dia sangat gandrung untuk turut berperang dan menetapkan sendiri tugasnya di medan perang.

Katanya, “Tempatkan saya antara dua barisan sebagai pembawa bendera. Saya akan memeganya erat-erat untuk kalian. Saya buta, karena itu saya pasti tidak akan lari.” Tahun keempat belas Hijriyah, Khalifah ‘Umar bin Khaththab memutuskan akan memasuki Persia dengan perang yang menentukan, untuk menggulingkan pemerintahan yang zalim, dan menggantinya dengan pemerintahan Islam yang demokratis dan bertauhid. ‘Umar memerintahkan kepada segenap Gubernur dan pembesar dalam pemerintahannya, ‘Jangan ada seorang jua pun yang ketinggalan dari orang orang bersenjata, orang yang mempunyai kuda, atau yang berani, atau yang berpikiran tajam, melainkan hadapkan semuanya kepada saya sesegera mungkin!”

Maka berkumpulah di Madinah kaum Muslimin dari segala penjuru, memenuhi panggilan Khalifah ‘Umar. Di antara mereka itu terdapat seorang prajurit buta, ‘Abdullah bin Ummi maktum. Khalifah ‘Umar mengangkat Sa’ad bin Abi Waqash menjadi panglima pasukan yang besar itu. Kemudian Khalifah memberikan intruksi-intruksi dan pengarahan kepada Sa’ad.

Setelah pasukan besar itu sampai di Qadisiyah. ‘Abdullah bin Ummi maktum memakai baju besi dan perlengkapan yang sempurna. Dia tampil sebagai pembawa bendera kaum muslimin dan berjanji akan senantiasa mengibarkannya atau mati di samping bendera itu.

Pada hari ke tiga perang Qadisiyah, perang berkecamuk dengan hebat, yang belum pernah disaksikan sebelumnya. Kaum muslimin berhasil memenangkan perang tersebut dengan kemenangan paling besar yang belum pernah direbutnya. Maka pndahlah kekuasaan kerajaan Persia yang besar ke tangan kaum muslimin. Dan runtuhlah mahligai yang termegah, dan berkibarlah bendera tauhid di bumi penyembah berhala itu.

Kemenangan yang meyakinkan itu dibayar dengan darah dan jiwa ratusan syuhada. Diantara mereka yang syahid itu terdapat ‘ Abdullah bin Ummi Maktum yang buta. Dia ditemukan terkapar di medan tempur berlumuran darah syahidnya, sambil memeluk bendera kaum muslimin

jikapun harus izin

tetapi apakah selamanya kita dilarang minta izin?

tidak juga. seperti Abdullah bin Mughfil diatas.
karena itu jikapun kita minta izin karena uzur,
beritahukanlah kepada yg berwenang,
dengan cara yg melegakan si penerima kabar:

1. sampaikan sebelum acara
2. kemukakan mengapa anda 'layak' tidak hadir
3. berikan alternatif lain.
4. lihatlah perasaan kita, apa kita nyaman dan menikmati ketidakhadiran ini?

'maaf ustadz, saya tidak bisa hadir. capek'
'afwan, ada urusan keluarga. izin'
'saya lagi lemah iman, saya mundur dari kepanitiaan'

sms2 seperti diatas, bukan melegakan
tapi bisa mendatangkan zhan:
secapek apa sih...?
sepenting apa sih..?
selemah apa sih...?

seorang pemuda menemui Nabi SAW
'Ya nabi, saya ingin berjihad, tapi ibu saya sakt keras,
mana yg harus saya dahulukan?'

'Ya Nabi, saya ingin ikut perang, tapi saya tidak punya bekal,
berilah saya bekal?' Abdullah bin Mughfil

berkaca dari hal tsb
jadi kalaupun minta izin, sms lah yg lengkap
'pak, saya sakit, sudah 2 hari tidak masuk kerja, apa diizinkan?'
tak ada alasan kecuali si penerima sms akan mengizinkan

'pak, ibu saya meminta saya pulang, katanya penting,
apa boleh jika saya tidak hadir?'

'tad, saya harus jaga anak2, umminya sakit,
bagaimana kalau liqa dipindah di rumah saya saja?'

'tadz, saya harus lembur kerja menddadak, tidak bisa hadir.
iqab apa yg perlu saya tunaikan untuk ini?'

seorang ksatria,
selalu punya alasan layak untuk disampaikan
penutup: ada juga kabar gembiranya

dalam shahihain, dari Anas ra Rasulullah SAW bersabda
di Madinah ada sekelompok orang, tidaklah kalian melintasi lembah atau menempuh perjalanan, melainkan ia bersama kalian. Shabat bertanya, sekalipun mereka tetap di Madinah? kata Rasulullah, ya, uzur telah menahan mereka

jika memang kita punya alasan
dan alasan itu layak
jika kita menangis saat tidak berangkat
seperti Abdullah bin Mughfil
jika kita resah karena
ketidakikutsertaan kita

semoga Allah mencatat
kita termasuk dalam kafilah
yang ikut berangkat serta

wallahu a'alam

[Sajadah biru]

Sunday, November 21, 2010

H-10 ? ? ? Siapa takut :)

Ku goreskan huruf demi huruf lagi
Menyambut lahirnya semangat perjuangan
Kondisi saat ini yang menentukan untuk 10 hari ke depan
Beradaptasi dengan kertas lautan soal
Yupp,, jalan menuju UTS tinggal menghadapi H-10
UTS pertama yang kujalani bersama teman-teman seperjuangan 01
Pikiranku mengatakan pasti berbeda
Sense of feeling nya sangat terasa
Berjuang bersama makhluk ciptaanNYA yang memiliki kelebihan masing-masing
Tersadar bahwa ini lingkungan baru untuk menuju ridhoMU Robbi
Saat mengingat tentang ini, senyuman yang selalu ku tunggu, yang selalu ku nantikan, dan kurindukan
Labuhan keringatku untukmu ayah mama :)
Menjadikan semangat juang ini makin membara
Dan aku yakin aku bisa
Ayo nad kuasai kemudimu dengan selalu dalam trackNYA :)




Luruskan Niat
Sempurnakan Ikhtiar
Bulatkan Tawakal
Ikhlas Setiap Saat
Pandai Bersyukur

* Bismillahirrahmanirrahim *

Thursday, November 18, 2010

Nikmat Idul Adha 1431 H

Assalamu'alaikum
Sebelumnya, aku mau mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1431 H.

Semoga kita selalu terus mengorbankan apa yang kita miliki untuk tabungan akhirat nanti, baiknya berkorban dalam hal positif dan hanya mengharap ridhoNYA, yupp hanya ridhoNYA :)

Ada fenomena menarik saat menjelang Hari Raya ini, dimulai dari pra Idul Adha. Hmm, tepatnya H-30, perjalanan menuju kampus menjadi semakin terwarna, upss apa terwangi yaa, hhe. Yaa, wewangian khas saat menjelang Idul Adha, yaitu toreng toreng toreng si mbe dan si mow (baca: kambing as domba dan sapi). Saat angkot melewati daerah itu, sebagian penumpang ada yang menutup hidungnya dengan tissue, tangan, dan apapun yang bisa untuk menutupi hidungnya. Berbeda dengan aku, entah kenapa, melewati daerah ini yang selalu aku tunggu-tunggu, karena merasa ini langka (terserahmaudibilangnoraktawapalah) :). Memperhatikan si mbe dan si mow yang sibuk mengunyah hijaunya rerumputan, menunggu giliran untuk dibeli. Lucu sekali mereka ;).

Next, kejadian ini baru saja aku alami kemarin pagi,
yaa saat ingin menuju masjid untuk shalat Ied. Saat dirumah, aku sudah memakai mukena tapi bawahannya belum, beberapa kali aku melihat yang dibawa ditanganku hanya sajadah, koran, serta uang amal. Saat itu aku masih dalam keadaan baik-baik aja (mungkin). Saat tiba di masjid yang kebetulan dekat sekali dengan rumahku (radius 20 meter). Suasana jamaah uda full menempati bagian dalam masjid, alhasil aku diluar, untungnya uda bawa koran. Aku gelar sajadah dan duduk. Tiba-tiba "ting", pikiranku melesat dengan keadaan ku mencari bawahan mukena, aku lihat bawaanku, tapi mbo yaa nda ada bawahan. Kesimpulan akhir, bawahanku tertinggal :(. Lekas ku jalan secepat mungkin tuk mengambil ke rumah (alhamdulillah rumah dekat). Saat balik lagi ke masjid, alhamdulillah jalanan masih bisa dilewati. Sungguh mengesankan :D

Next again, masih dalam area shalat Ied :). Saat action aku mengambil bawahan, aku bertemu dengan kakak Murobbiyahku dulu, aaa kangen sekali dengannya. Dengan balutan gamis hitam, semakin cantik dirinya :). Tapi saat itu hanya sekilas saja karena dalam keadaan aku yang terburu-buru. Tapi alhamdulilah Allah masih mempertemukan kita, kita pulang bareng. Dan dengan sengaja juga aku memisahkan dia dengan suaminya (baca: suaminya nda ikut pulang bareng, hhe). Asyik dengan pembicaraan, nda kerasa uda sampe rumah aku (iyaalah, wong rumahnya deket), yupp aku ajak mampir si kakak, tapi katanya lain kesempatan aja. Akhirnya si kakak duluan yang tau rumah aku, padahal aku mulu yang pengen ke rumahnya, tapi nda sempet-sempet. Oyaa, saat shalat Ied juga, aku bertemu dengan teman SD ku, si Fina :). Status kami berbeda sekarang, dia sudah mendapatkan pasangan terbaik dari Allah, duuhh ngomongin masalah ini, jadi ingin menghindar tapi nda terhindar ;)

Masih ada moment-moment lainnya, yaitu moment dimana kunikmati indahnya jadi tukang jagal, hhe. Yaa, profesi dadakan ku habiskan selama 8 jam di Kampusku, tangan berdarah-darah, beneran lho ini nda pake obat merah seperti sinetron ;). Berbau-bauan dari parfumnya si mbe dan si mow. Bersahabat dengan teriknya matahari. Menyusuri jalanan puncak dan villa Kampus H. Menikmati kantin dosen Kampus E. Sungguh indah semua, walau kita merasa lelah tapi yang terucap dan terazzamkan adalah LILLAH. Semuanya karenaNYA, mengharap ridhoNYA, sibuk untukNYA :). Terimakasih Ya Rabb atas nikmat ini.

Closed, moment terakhir bersama keluarga ;). Saat sampai di rumah, sapaan hangat nan damai hanya ku temukan di rumah sendiri (urutan ke dua setelah masjid). Senyuman dari ayah mama boy mbem sangat membuat lelah ini menjadi nikmat :). Yaa, kebersamaan ini semoga tetap Engkau jaga Ya Rabb sampai kami menuju keharibaanmu dan menjadi satu keluarga lagi di jannahMU, hoppely.

Kalam cintaNYA untuk moment ini
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." Q.S Ibrahim: 7

Puzzle Kepingan Hati





Desiran ombak tikai bagaikan awan di atas atap kami

Suasana hening tapi bergejolak

Rindu akan sapaan hangat selayak Ibu kepada anaknya

Menentramkan di saat hati gelisah

Tikai ini, sebagian skenarioMU Rabb

Ku yakin itu ...

Disaat keegoisan berlomba dengan kebenaran

1 yang ingin ku sampaikan, diri ini, diri kami sudah terlampau jauh

Sudah membuat kepingan hati kecewa dan sedih

Jika maaf ini dapat menyusun kembali kepingan hati menjadi sempurna, izinkan kami bocah bengal dengan ketidakmengertian kami atau kepolosan kami untuk menyusun kembali ruang cinta ini

Tidak ada lagi sapaan kontra tanya setiap bertemu, tapi yang ada hanya mendisain ruang cinta dengan meletakkan indahnya ukhuwah di setiap pojok ruang

Bertirai senyum sapa salam

Beratap Lillah

Mengundang khalayak untuk selalu mampir di ruang cinta ini

Inilah denahku bersama kalian, inilah jalanku bersama kalian untuk menegakkan kalimat Sang Kekasih Tertinggi

Friday, November 12, 2010

Kacamata Pemimpin

Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau pun jabatan seseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi lingkungan pekerjaannya, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya.

Kepemimpinan berorientasi dalam berbagai bidang. Misal, seorang Bapak/ Ibu Presiden menjadi pemimpin di Negara, seorang Kepala Sekolah menjadi pemimpin di Sekolah, seorang Manajer menjadi pemimpin di Perusahaan, seorang ayah menjadi pemimpin di Keluarganya, bahkan tingkatan terkecil pun dapat menjadi pemimpin, yaa diri kita, diri kita adalah pemimpin bagi diri kita sendiri.

Dalam pandangan Islam, kepemimpinan adalah amanah yang diberikan oleh Allah swt. kepada hambanya sebagaik khalifah di muka bumi, sebagaimana firman-Nya di dalam surat Al Baqarah ayat ke-30, “Sesungguhnya aku akan jadikan (manusia) sebagai khalifah di muka bumi.” Sebagai suatu amanat (titipan), tentunya kita harus pandai memanfaatkan kesempatan ini untuk kemaslahatan kita di dunia dan akhirat. Setiap manusia tentunya akan merasakan menjadi seorang pemimpin. Sebagaimana hadits Rasulullah saw, “Setiap diri kamu itu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan ditanya tentang tanggung jawab kepemimpinannya.”


Banyak potensi yang harus dioptimalkan dalam masalah kepemimpinan, terlebih memimpin diri sendiri. Terkadang nafsu dan niat saling bersinggungan saat kita ingin melakukan atau mengatakan sesuatu. Ya, nafsu yang tamak dapat mengakibatkan diri kita menjadi seorang pemimpin yang tamak pula. Sebaliknya dengan niat ikhlas, kita dapat menjadikan pencitraan kepemimpinan kita dengan baik.

Kepemimpinan yang baik dapat mengelola dirinya serta yang dipimpinnya dengan baik, menjadikan lahan kekuasaan ini untuk menambah tabungan akhirat, bukan semata-mata hanya untuk keserakahan dunia yang tidak jelas sampai kapan kita menikmatinya. Jika ditujukan hanya untuk ridho Allah, maka segala sesuatu tidak berharga selain mengharapkan ridhoNYA.

Kepemimpinan yang ideal adalah pemimpin yang mampu memancarkan cahaya. Siapapun dia, ilmuwan, kiai, bangsawan, umat Islam wajib menaatinya selama pemimpin tersebut tidak menyimpang dari Al Qur’an dan As-Sunah.

Komunikasi dan Lidah

Lidah ... organ terkecil dari tubuh kita, tapi nahkoda yang mengendalikan seluruh hidup kita. Tergantung bagaimana kita memegang kemudi itu. Jika kita tak bisa mengendalikannya, hancurlah seluruh hidup kita. Satu sumber mata air yang dapat memancarkan kasih dan pahit.

Lidah ... lima huruf, tapi memiliki dampak yang sangat fatal. Dia dapat menyakiti, dia dapat juga memberkati orang dengan kata-kata lembutnya. Dia dapat membuat orang menangis, dia dapat juga membuat orang tersenyum. Dia dapat membunuh, dia dapat juga mendamaikan. Dia dapat menimbulkan konflik, dia dapat juga mempersatukan.

Lidah ... karena dia, persahabatan yang tak terbina dengan baik bisa hancur dengan kesalahpahaman. Karena dia, suami istri yang tak teguh memegang komitmen hidup akhirnya memutuskan berpisah. Karena dia, para pemuda jatuh dalam lubang kebinasaan. Karena dia, dua suku bangsa dapat bertengkar hanya dipicu satu orang saja. Karena dia, dua negara yang berdamai bisa terpecah belah.


Lidah ... dia membuat orang bisa menjadi marah, memfitnah, membunuh, egois, tidak bisa mengerti keadaan orang lain, menang sendiri, acuh tak acuh, sinis, iri hati dan dendam. Tapi lidah juga membuat hati yang beku menjadi hancur, hati yang dipenuhi amarah dapat luluh oleh adanya kata-kata bijak.

Tetapi kadangkala manusia mengabaikan betapa pentingnya komunikasi. Mereka tak pernah berpikir dampak yang kan terjadi bila kata-kata itu keluar dari mulut mereka. Lidah dapat mengeluarkan perbendaharaan yang baik jika dikendalikan oleh nahkoda yang bijaksana pula. Sebaliknya lidah dapat mengeluarkan perbendaharaan yang menyakitkan jika berada di tangan nahkoda yang akhlaknya buruk.

Komunikasi yang terbina dengan baik bisa menjadi akhir yang sangat membahagiakan dan melegakan dahaga di hati. Dua insan yang bertengkar dapat bersatu karena adanya kata-kata yang lembuat keluar dari seorang bijak. Sepasang kekasih yang bertengkar dapat kembali bersatu karena adanya insan yang mendamaikan, meski insan itu menyukai salah satunya. Negara yang sudah tercerai berai dapat bersatu karena adanya kata-kata bijak dari sang diplomat.

Lidah yang baik adalah lidah yang ingin sahabatnya bahagia, dan tidak ingin menghancurkan persahaban itu walau sudah di ujung tanduk; lidah yang ingin agar sahabatnya tersenyum kembali walaupun dia kecewa padanya dan tak ingin menyakitinya. Lidah yang baik adalah lidah yang selalu menyayangi orang lain, meski orang itu melukai perasaannya.

Jadilah lidah-lidah yang memberkati orang-orang di sekelilingmu, nahkoda-nahkoda yang membuat orang lain tersenyum, nahkoda yang memberi ketenangan dan kedamaian....

Saturday, October 23, 2010

Kerinduanku

Akhir-akhir ini sangat merindukan dirinya
Sosok kecil nan modis mencerminkan dia banget
Sepertinya ada something dengan dirinya
Tapi entah kenapa diri ini susah untuk menanyakannya
Hanya terlintas dalam do'a dan pikiranku saja
Rabb,, sedang kau ujikah kedekatan kami?
Aku sangat ingin menjadi penenang dalam masalahnya
Kangen berbagi dengannya
Tapi jika sudah di tanganMU, aku tidak akan khawatir :)
Rabb,, selalu jagalah dia disaat penjagaanku lemah
Ana uhibbukifillah ukhty :)
Really miss you ;)

Pemanasan

Hmm,, udah lama nda nulis menulis
Pengen deh bisa atur waktu sama 1 ini
Yawess,, pemanasan
Posting ini dulu ahh

"Suatu hal yang mendasar, yang diajarkan Rasulullah kepada umatnya adalah rasa kasih dan sayang serta memberikan peringatan dengan lemah lembut.
Juga memberikan amanah kepada seseorang, dengan sesuai tingkatan keimanannya."

Didapat dari kutipan novel Bidadari Untuk Ikhwan karangan bang Fajar Agustanto
Jazakallah lho mas :)

Mendapatkan energi tersendiri setelah baca ni kutipan ;)