Pages

Labels

Friday, January 25, 2013

Katakan Cinta Kepada Saudarimu ^^

Assalamu'alaykum wr wb
Sobat pembaca, tepat hari Rabu/23 Januari 2013 adalah moment terindah untuk kami para akhwat (perempuan) pengurus Fajrul Islam.
Di moment ini adalah saat hati-hati kami menaruhkan keluh kesah dan tepat hati-hati kami disatukan oleh persaudaraan karena iman oleh Allah SWT.
Inilah ulasan yang mewakili moment indah ini ;)

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara”
(Al-Hujuraat [49]: 10)


Ya Allah segala puji bagi Engkau yang telah memberikan kami cinta dan kasih sayang. Shalawat dan salam teruntuk baginda Rasulullah Muhammad SAW, sang pencinta yang mengajarkan cinta sejati kepada umat manusia.

Apakah sobat pernah jatuh cinta?
Pastinya kebanyakan kita pernah jatuh cinta. Sekarang kita tidak akan “Jatuh Cinta” lagi ketika datang perasaan cinta tapi “Bangun Cinta”.

Sobat yang dimuliakan Allah, mulai sekarang marilah kita membangun cinta di dalam hati kita saudari-saudari kita. Bagaimana caranya? Ini tips sederhananya.
  1. Hadirkanlah selalu senyum terindah dan terikhlas untuknya dan bersikap hangatlah kepadanya.
  2. Tanyalah kabarnya lalu ucapkan perkataan positif dan do’a setiap dia mengatakan tentang kegiatannya atau keluhannya.
  3. Beri dia “SEMANGAT”  jangan meruntuhkan semangatnya.
  4. Berbahagialah ketika dia sedang berbahagia, ikut bersedih ketika dia ditimpa musibah.
  5. Yang terakhir berilah kabar gembira..

WARNING !! BAGI YANG BANGUN CINTA
  1. Jangan Pernah mendengki dan menceritakan aibnya kepada orang lain
  2. Jangan Pernah memfitnahnya
  3. Jangan Pernah membenci dan membelakanginya
  4. Jangan Pernah menzhaliminya.
  5. Jangan Pernah menghina dan mencemoohkannya
Rasulullah SAW bersabda,
“Janganlah Engkau saling mendengki, membongkar aib, membenci dan membelakangi, serta janganlah sebagian dari kamu menjual barang dagangan yang sudah dijual kepada sebagian yang lain. Jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara; Seorang muslim adalah saudara bagi yang lain, tidak menzhalimi, menghina dan mencemoohkannya. Takwa itu tempatnya disini (seraya beliau menunjuk kearah dada tiga kali). Cukup sebagai keburukan apabila ada seseorang mencela saudaranya sesama muslim. Setiap muslim dilarang mengganggu muslim yang lain dalam hal darah, harta dan kehormatannya.” (HR. Muslim)

Semoga kita dapat sama-sama mengamalkannya ^^v
Mengatakan cinta kepada saudari itu perlu, tapi katakanlah terlebih dahulu lewat sikap dan tingkah laku..”

Wallahu A'lam bish-shawab.

Prinsip Komunikasi Menurut Al Quran : Qaulan Maysuran

Kata qaulan maysuran hanya satu kali disebutkan dalam Al-Quran, QS. Al-Israa’: 28.Berdasarkan sebab-sebab turunnya (ashab al-nuzulnya) ayat tersebut, Allah memberikan pendidikan kepada nabi Muhammad saw untuk menunjukkan sikap yang arif dan bijaksana dalam menghadapi keluarga dekat, orang miskin dan musafir.

Secara etimologis, kata maysuran berasal dari kata yasara yang artinya mudah atau gampang (Al-Munawir,1997: 158). Ketika kata maysuran digabungkan dengan kata qaulan menjadi qaulan maysuranyang artinya berkata dengan mudah atau gampang. Berkata dengan mudah maksudnya adalah kata-kata yang digunakan mudah dicerna, dimengerti„ dan dipahami oleh komunikan.

Salah satu prinsip komunikasi dalam Islam adalah setiap berkomunikasi harus bertujuan mendekatkan manusia dengan Tuhannya dan hamba-hambanya yang lain. Islam mengharamkan setiap komunikasi yang membuat manusia terpisah dari Tuhannya dan hamba-hambanya.

Seorang komunikator yang baik adalah komunikator yang mampu menampilkan dirinya sehingga disukai dan disenangi orang lain. Untuk bisa disenangi orang lain, ia harus memiliki sikap simpati dan empati. Simapti dapat diartikan dengan menempatkan diri kita secara imajinatif dalam posisi orang lain (Bennett, dalam Mulyana, 1993: 83).

Namun dalam komunikasi, tidak hanya sikap simpati dan empati yang dianggap penting karena sikap tersebut relatif abstrak dan tersembunyi, tetapi juga harus dibarengi dengan pesan-pesan komunikasi yang disampaikan secara bijaksana dan menyenangkan.

Cinta Pertamaku Di Kampus Ungu

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Inginku torehkan surat cinta versi aku, untukmu Faris . . . 

Faris, ketika tapakku menjejak kampus dua tahun lalu, engkaulah cinta pertamaku. Awalnya fisikmulah yang menyeretku dalam pesona. Sosokmu yang kokoh dan penuh kesejukan, membuatku nyaman seketika. Wujudmu yang gagah dan sarat kehangatan, melambungkanku dalam tentram. Aku.. jatuh cinta pada pandangan pertama.

Awal perjumpaan kita, ku lihat anak-anak yang belajar mengaji di sekelilingmu, aku tergerak untuk turut berbagi ilmu. Tapi.. aku malu, ilmuku masih sedikit.

Sejatinya engkau, Faris. Tempat berbagi ilmu. Dua singgasana yang selalu melekat denganmu, Darul ‘Ilmi dan Nurul ‘Ilmi, masjid kampusku. Gerbang keshalehan Kampus Ungu bermula dari dua singgasana ini dan engkau mengajak kami untuk mengamalkan Islam.

Lalu kau yakinkan aku, bahwa kau terbuka untuk siapa pun, termasuk aku yang masih bodoh ini. Aku selalu menikmati sore hari mengajar TPA bersama kehadiranmu. Melihat binar mata mereka, membuatku merasa berarti. Terima kasih Faris, kau beri aku kesempatan.
Dan aku begitu terharu, begitu tersentuh, waktu ku tahu proses panjang keberadaanmu di kampusku. Penuh perjuangan!

Aku juga begitu salut pada para seniorku. Dengan tekad kuat serta semangat kerja dan do'a, mereka mengusahakan kehadiranmu di kegersangan bumi Depok. Tidak mudah memang, namun kebersamaan dan kerinduan akan sosokmu memberi kekuatan untuk terus bergerak. Aku terenyuh melihat foto-foto persiapan menyongsongmu. Semua bekerja, semua berdo'a, dan semua berusaha. Aku jadi malu. Ternyata aku belum berbuat apa-apa. Aku tidak ingin menyiakan perjuangan mereka, dan aku pun tak hendak menyiakan keberadaanmu. Aku akan berjuang bersamamu ! Membumikan Islam di diriku, di kampus ini dan di dunia.

Tapi Faris, waktu itu aku masih mahasiswa baru yang malu-malu. Rasanya tak pantas aku beraktifitas di sekelilingmu, yang terasa suci itu. Namun kau dan wajah-wajah teduh disekitarmu menguatkanku, bahwa kau menerima siapa pun, termasuk aku yang masih kotor ini. Dan bahwa yang lebih penting adalah keinginan serta usaha untuk selalu memperbaiki diri. Maka dari dirimulah, kumulakan perbaikan itu. Terima kasih Faris, kau terima aku dengan segala kekuranganku.

Selanjutnya hari-hari indah kulalui denganmu. Aktifitasku bersamamu lebih mengenalkanku pada Tuhanku, agamaku, dan bahkan diriku sendiri. Faris, aku bersyukur dipertemukan denganmu. Allah telah mengatur semua ini. Wajar jika engkau cinta pertamaku di bumi Kampus ini karena pesonamu memalingkan hiruk pikuk keduniawian kampus.

Sejak pertemuan kita, aku seakan bermetamorfosis, dari ulat bulu menjijikan, menjelma kupu indah menawan (ups, aku belum layak menjadi kupu indah menawan, aku hanya berusaha untuk menjadi itu).

Hampir empat tahun metamorfosis itu berlangsung, dan kini aku tersentak, tersadar bahwa empat tahun begitu cepat. Waktu terus berotasi. Kiranya hitungan bulan lagi, apakah engkau masih mengizinkan aku menjadi partnermu, Faris? Pintaku, bantu aku menjadi partner sejatimu dalam keimanan dan kataatan pada Sang Khalik.

Faris, dalam waktu enam bulan terakhir keberadaanku di kampus, semakin mengentalkan aura kenikmatan di jiwaku. Aku enggan berjarak darimu, maka izinkan aku membawamu selalu dalam hatiku. Sehingga dimana pun dan kapan pun, tak pernah pupus ingatan akan cinta pertamaku di kampus Ungu, FAJRUL ISLAM.. rohis kampusku..

* dalam oase kerahmatan rintik hujan, semoga Allah selalu memberkahi langkah kami.

Duhai Hati

Di saat semuanya meminta darimu, akan kontribusimu, akan pengorbananmu
Di saat semuanya menuntutmu, tapi bisakah kau sejenak berdialog dengan hatimu?
Yaa... Duhai hati..
Tetaplah istiqamah..
Walau itu berat bagimu..
Percayalah kau mampu menjalaninya..
Asalkan kau selalu menyertai Allah dalam segala hal..
Terpautnya kau duhai hatiku pada Sang Khalik..
Akan membuatmu semakin cantik dan tangguh..
Karena kau adalah mutiara di lautan..
Yang akan terus terjaga sampai masa memisahkan..
Duhai hati.. Tetaplah istiqamah..

Pemuda ooh Pemuda ...

Everybody said that anybody could do,
The important thing somebody should do,
Everybody knows that anybody could do,
All the good things that nobody did…
“DAKWAH”

Seringkali kita memandang sebelah mata tehradap berbagai persoalan remaja, sikap “cuek” terhadap masalah itu sebenarnya malah membuat remaja memiliki alasan untuk menjalani hidup sejauh yang disuka, yang penting “asyik-asyik aja boy”. Apalagi gak ada yang ngelarang.. tuuuiinggg…

Opini saat ini pun mendukung para remaja untuk menghabiskan waktunya untuk senang-senang, karena masa remaja adalah masa “suka-suka”. Ada semboyan yang mungkin sering kita dengar menggelitik akal sehat kita, “Muda hura-hura, tua kaya raya, mati masuk surga”. Semboyan yang dibuat seuenaknya wae emang begitu ideal...hhe, tapi salah besar, kenapa ya??

Sebuah cita-cita mulia, kehidupan yang sempurna harus dicapai melalui usaha bukan? Bukankah keberhasilan itu tidak muncul dari mantra yang tiba-tiba keluar apa yang kita inginkan?? Hidup ini penuh dengan dinamika yang cukup kompleks sesuai dengan kemampuan kita, karena Allah menguji kita sesuai dengan kadar kemampuan yang kita miliki, jadi wajar saja ketika kita memiliki ujian yang lebih berat dari biasanya, berarti kemampuan kita bertambah, bukan begitu sob..?? butuh komitmen dalam diri kita, butuh kesungguhan, butuh asupan hidayah, butuh nasihat, butuh makan, masih banyak kebutuhan lainnya.

Banyak sebenarnya perilaku “aneh” remaja saat ini, barangkali kalo kita tahu sifat “aneh” ini, kita lebih bijak menghadapi permasalahan yang membuat kita jadi “aneh”. Pertama, remaja paling nda tahan sama yang namanya mengendalikan emosi, contohnya aja tawuran yang kadang dipicu masalah yang sepele aja. Nda sadar urusannya bisa langsung “tahlilan” aja. Kedua, sahabat adalah segalanya, karena memang sangat wajar karena manusia sebagai makhluk sosial yang berarti saling membutuhkan satu sama lainnya. Ketiga, merasa paling bener adalah salahsatu sifat “aneh” dari seorang remaja, karena baru dapet ilmu yang nda jelas asalnya, tapi sok-sok’an berdebat.. ckck. Keempat, cuek stadium 4, jarang banget remaja yang bantuin orang jatoh dijalan, biasanya malah diliatin aja abis itu langsung ngaciiirrr…
Mau berubah??? Bisa kok, Allah itu nda pernah menutup pintu hidayahnya, tapi kitanya aja yang menutup diri dari hidayah Allah… Ayo MAKE A CHANGE…..
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. 13:11).

Udah ah pendahuluannya . . .

Masih berhubungan juga sama sifat "aneh" remaja yang suka “sahabatan”. Yupp, persahabatan atau persaudaraan memang menjadi hal yang sangat penting bagi kita sebagai manusia, kita sudah diikat dengan ikatan aqidah, yaitu Islam, sungguh Islam sangat menghargai perbedaan.

Kita awali pembahasannya lewat sumber-sumber yang sampai saat ini Allah sendiri yang menjaganya agar tidak berubah isinya.
Tepatlah kiranya Allah mengatakan Al-Qur'an surat Al-Hujurat: 13, "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah SWT ialah orang yang lebih bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
Pantaskah kita berprinsip EGP, Emang Gua Pikirin, saudara juga bukan, benarkah demikian?? Udah lupa sama firman Allah yang ini. “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.”(Al-Hujurat:10),

Sungguh Islam sangat memuliakan persaudaraan, bahkan di surat as-saff :4 “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang untuk membela agamaNya, dalam barisan yang teratur rapi, seolah-olah mereka sebuah bangunan yang tersusun kukuh.” Diawal ayat Allah menghubungkan cintaNya dengan persaudaraan, maka ketika kita masih suka berprasangka buruk terhadap saudara kita, tidak pernah menolongnya, tidak memperhatikannya, bahkan suka mengkafirkan saudaranya sendiri, bersiaplah untuk dibenci Allah…
Astaghfirullah Sob, janji Allah itu pasti, jadi jangan ragu untuk membantu saudara kita. "Siapa saja yang berusaha memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Siapa saja yang menghilangkan kesusahan dari seorang muslim, maka dengan hal itu Allah akan menghilangkan salah satu kesusahannya di hari kiamat" (HR. Bukhari-Muslim).
Namun, hari ini masih saja banyak orang yang meributkan perbedaan suku bangsa, warna kulit, serta status sosial, padahal kita lahir ke alam dunia dengan keadaan seperti ini adalah atas ketentuan Allah. Sangat jelas, hanya Islam satu-satunya agama dan system kehidupan yang manusiawi dan mampu mempersaudarakan semua umat manusia. Karena yang menjadi alat ukur kemuliaan manusia dihadapan Allah adalah amalnya.
Dalam hadits pun disebutkan HR Imam Muslim, Shahihul Muslim, tafsir Ibnu Katsir juz 7 hal 322,"Sesungguhnya Allah tidak akan melihat bentuk-bentuk tubuhmu dan harta kamu tetapi akan melihat isi hati kamu dan amal-amalmu".
HR Imam Ahmad tafsir Ibnu Katsir juz 7 hal 322 Dari Abu Dzar bahwa Rasulullah saw bersabda kepadanya,"Lihatlah, engkau tidak lebih baik dari yang berkulit merah dan pula dari yang berkulit hitam melainkan jika engkau mengunggulinya dengan taqwa kepada Allah.".
HR Imam Muslim, Terjemahan Shohih Muslim dari Yahya bin Hushain r.a., dari neneknya Ummul Hushain, katanya dia mendengar neneknya bercerita, "Aku pergi menunaikan ibadah haji bersama Rasulullah SAW ketika Haji Wada'. Ketika itu beliau berkhutbah panjang lebar. Antara lain aku mendengar beliau bersabda,"Seandainya pejabat yang kuangkat dalam pemerintahan seorang budak pontong hidung, mungkin yang dimaksud nenek, budak hitam, tetapi dia memerintah kamu dengan Kitabullah, maka hendaklah kamu patuh dan setia kepadanya."

Berbeda itu indahnamun semoga ini bisa mencambuk kita untuk lebih mendekat padaNya, sang Pencipta Beda. Bagi seorang muslim, yang terbaik adalah menerima kebenaran dari siapapun, tidak perlu melihat siapa yang berkata, namun lihatlah apa yang dikatakannya. Bukan saatnya buat umat Islam untuk saling menafikan atau menjelekkan satu sama lain. Karena tidak ada seorang pun yang sempurna di sisi Allah SWT. Hendaknya tiap elemen umat Islam saling bercermin dengan saudaranya untuk memperbaiki kekurangan masing-masing, bukan untuk saling mencari kekurangan saudaranya. Kalau sekedar mencari kesalahan dan kelemahan saudara kita, tentu tidak sulit. Yang sulit adalah mencari kekurangan dan kesalahan pada diri kita sendiri dan berupaya untuk memperbaikinya.

SALAM DAN SEMANGAT UKHUWAH ^^v