- Berkat ikhlas, Rasulullaah saw berhasil melewati momen-momen yang dianggap paling sulit tersebut. Rasul adalah sosok yang paling mudah memberi maaf, paling banyak memberi laksana angin, paling terpelihara dari penyimpangan, paling berani menyampaikan kebenaran kepada siapapun. Benarlah ucapan Ibnul Jauzi rahimullaah, "Barangsiapa yang telah mengintip pahala (yang dituai karena keikhlasan), niscaya menjadi ringanlah semua tugas yang berat itu." (Ar Raqa iq, Muhammad Ahmad Rasyid)
Menjadi ringan saat tugas berat jika dilalui dengan keikhlasan. Trust me it works!
Lalu apa hubungannya dengan ringan-berat-ikhlas tadi? Jadi ceritanya begini
Kemarin malam, teman seperjuangan menghubungi lewat WA, bermaksud untuk meminta testimoni tentang mentoring. Testimoni ini nantinya untuk program launching mentoring di SMA tercinta 😍
Kalau ditanya mentoring itu. Saya mengenalnya saat SMA. Tapi ya memang perjalanannya jatuh bangun yah, hingga alhamdulillaah Allah masih memberi nikmatNya itu sampai saat ini. Jatuh bangunnya ya, alhamdulillaah banyak ya. Saya tergolong pengikut paling mudah, ups. Engga neko-neko, ngikutin aja selama itu baik dan saya luang, udah cuma itu aja motivasi awalnya. Tapi diperjalanan muncullah lika liku (duh jangan dinyanyiin ya). Berjejerlah di ruang alasan, alasan-alasan klasik. Saat mulai banyak tugas kelompok, saat aktif di osis, saat hujan datang, saat sakit, saat disuruh di rumah aja sama orangtua karna sepekan kemarin udah pergian terus (nasib aktipis), saat digonta-ganti kakak mentor, saat tempatnya jauh, saat engga ada boncengan nebeng, saat balada skripsi melanda, saat mau nikah, saat hamil, saat punya anak, saat dan saat... Banyak yah
Ternyata memang benar momen-momen sulit ini obatnya cuma ikhlas. Rasanya terlihat berat, namun saat ikhlas mewarnai, semua terasa ringan, enteng, plong. Jadi, ini resepnya. Dan saya engga bisa nemuin makna ikhlas ini kalau engga ditempa dari awal oleh Allah, yang salah satunya dengan ikut mentoring
Dan bagi saya, mentoring adalah cara asyik mengenal Allah lebih dekat
Bayangkan aja, berlapis-lapis berkah manfaatnya
Apa ya? Dengan mentoring... - Allah hadirkan teman-teman yang sama-sama pengen jadi baik
Allah paksa mengkaji kalam indahNya bahkan dengan menghafalnya dan mengamalkannya
Allah sediain ladang berinfaq seluas-luasnya, tuk saling membantu atau sekadar berbagi snack saat mentoring
Allah kasih tumpangan gratis, ini saya, hehe, dibonceng antar jemput ke tempat mentoring
Intinya memang semuanya tuk mendekat sama Allah kok, engga neko-neko, jadi jangan ajak saya main ya kalau pas jadwal saya mentoring, hehe, karena engga ada duanya agenda yang lain kecuali memang agenda-agenda yang syar'i yah
Sekali lagi, yang berat akan terasa ringan jika ikhlas. Dan mentoring adalah cara asyik mengenal Allah lebih dekat. That's why i love mentoring 😍 - Tangerang, 25 Juli 2017
- @nadia.achya
#ayomentoring
#sayamentoring
#mentoringneverdie
#mentoringasyik
Thursday, July 27, 2017
Tuesday, December 2, 2014
Bunga #1
Kamu tau arti bunga ini?
Bunga ini ialah kamu
Kamu cantik saat matahari tersenyum padamu
Kamu anggun saat hujan memelukmu
Kamu bukan bunga di tepi jalan
Tapi kamu bunga di taman-taman kerajaan
Sehelai saja mahkotamu gugur, pernahkah kamu memikirkan perasaan matahari dan hujan?
Mungkin, bila mereka bisa bicara dengan bahasamu, mereka akan menjadi sephia di ujung senja
Dan sekarang bunga yang ditanganku ini, sudah bergugur sehelai mahkotanya
Bunga ini ialah kamu
Kamu cantik saat matahari tersenyum padamu
Kamu anggun saat hujan memelukmu
Kamu bukan bunga di tepi jalan
Tapi kamu bunga di taman-taman kerajaan
Sehelai saja mahkotamu gugur, pernahkah kamu memikirkan perasaan matahari dan hujan?
Mungkin, bila mereka bisa bicara dengan bahasamu, mereka akan menjadi sephia di ujung senja
Dan sekarang bunga yang ditanganku ini, sudah bergugur sehelai mahkotanya
![]() |
| gambar : http://www.kaorinusantara.or.id/forum/showthread.php?t=36108 |
Monday, November 17, 2014
Ratunya ialah kamu
Di persimpangan taman, kudapati dirimu layu
Dengan memudarnya rona manismu
Dengan menguncupnya mahkota indahmu
Semakin jauh ku berjalan, semakin banyak ku temui yang sepertimu
Hei, bisa kah kamu menjelaskan...
Persimpangan taman apa yang sedang ku tapaki?
Dimensi mana yang sedang menusuk sukmaku?
Keadaaan ini apakah sebuah kutukan?
Entahlah, aku hanya yakin, kamu bunga terindah di taman ini
Ratunya ialah kamu
Maka, tak heran jika sekitarmu layu karena alasannya ialah kamu
Walau taman ini sudah kamu sulap
Bolehkah ku meminta?
Sebagai tamu di tamanmu
Ku meminta untuk menjadi
Menjadi pupuk untukmu
Menjadi air untukmu
Menjadi cahaya untukmu
Agar yang layu menjadi merekah
Agar kamu menjadi kamu
Ratunya taman ini ...
Hei, bisa kah kamu menjelaskan...
Persimpangan taman apa yang sedang ku tapaki?
Dimensi mana yang sedang menusuk sukmaku?
Keadaaan ini apakah sebuah kutukan?
Entahlah, aku hanya yakin, kamu bunga terindah di taman ini
Ratunya ialah kamu
Maka, tak heran jika sekitarmu layu karena alasannya ialah kamu
Walau taman ini sudah kamu sulap
Bolehkah ku meminta?
Sebagai tamu di tamanmu
Ku meminta untuk menjadi
Menjadi pupuk untukmu
Menjadi air untukmu
Menjadi cahaya untukmu
Agar yang layu menjadi merekah
Agar kamu menjadi kamu
Ratunya taman ini ...
![]() |
| gambar: http://komikmuslimah.blogspot.com |
I.S.T.I.Q.O.M.A.H
![]() |
| gambar: http://komikmuslimah.blogspot.com |
Mencarinya perlu melewati beberapa dimensi ruang dan waktu.
Memilikinya perlu energi dan amunisi bergizi.
Agar yang dicari hanya untuk mendapat barokahNya.
Agar yang termiliki hanya untuk menghabiskan sisa perjalanan bertemu denganNya.
Ialah yang bernama Istiqamah, yang menegakkan dan meluruskan...
Wednesday, November 12, 2014
Ayahanda Tercinta
Untukmu jiwa-jiwa kami
Untukmu bakti kami
Untukmu jiwa dan bakti kami
Duhai Ayahanda tercinta
Untukmu bakti kami
Untukmu jiwa dan bakti kami
Duhai Ayahanda tercinta
Untukmu jiwa-jiwa kami
Untukmu bakti kami
Untukmu jiwa dan bakti kami
Duhai Ayahanda tercinta
Kami akan berjuang
Demi selangit kepercayaanmu
Kami rela berkorban
Demi titian juangmu
Untukmu, Ayahanda tercinta
Kami penuhi harapanmu
Untukmu, Ayahanda yang hebat
Kami kan terus bersamamu
Untukmu, Ayahanda tercinta
Kami penuhi kebahagiaanmu
Untukmu, Ayahanda yang gagah
Kami kan terus bersamamu
Ya Robbi, izinkanlah kami
Mengukir senyum indah di wajahnya
Ya Alloh, masukkanlah kami
Tercatat sebagai keluarga-Mu di Jannah
Tercatat sebagai keluarga-Mu di Jannah
Tercatat sebagai keluarga-Mu di Jannah ....
* dalam pelukan matahari di rona pagi-Mu
Rabu, 12 November 2014
anak gadismu, Naya ...
Untukmu bakti kami
Untukmu jiwa dan bakti kami
Duhai Ayahanda tercinta
Kami akan berjuang
Demi selangit kepercayaanmu
Kami rela berkorban
Demi titian juangmu
Untukmu, Ayahanda tercinta
Kami penuhi harapanmu
Untukmu, Ayahanda yang hebat
Kami kan terus bersamamu
Untukmu, Ayahanda tercinta
Kami penuhi kebahagiaanmu
Untukmu, Ayahanda yang gagah
Kami kan terus bersamamu
Ya Robbi, izinkanlah kami
Mengukir senyum indah di wajahnya
Ya Alloh, masukkanlah kami
Tercatat sebagai keluarga-Mu di Jannah
Tercatat sebagai keluarga-Mu di Jannah
Tercatat sebagai keluarga-Mu di Jannah ....
* dalam pelukan matahari di rona pagi-Mu
Rabu, 12 November 2014
anak gadismu, Naya ...
Saturday, June 15, 2013
#SKRIPSWEET
Bismillaahirrahmanirrahiim
Teruntuk diri ini
Teruntuk teman seperjuangan
Teruntuk teman dalam kebermanfaatan
Teruntuk "ia" yang bernama #SKRIPSWEET
Terkutip dari Anies Baswedan tentang #SKRIPSWEET
Mari disimak dihayati diaplikasikan...
Untuk diri ini, sejenak terhentak, sejenak merenungi, sejenak berkaca hati dalam perjalanan ini
1. Menulis #SKRIPSWEET adalah menaklukan diri sendiri
Terkadang selalu berpikir untuk bagaimana caranya menaklukan DP, ternyata indikator yang terbaik adalah menaklukan diri sendiri lebih utama
"... Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri..." (Q.S Ar Ra'd : 11)
2. Cara mengerjakan #SKRIPSWEET adalah potret diri penulisnya saat senyatanya kerja mandiri
Bagaimana mengatur ketawazunan diri, memanajemen diri, waktu, dan prioritas?
3. #SKRIPSWEET bukan sekadar soal riset; #SKRIPSWEET adalah simulasi cara berkarya/bekerja setelah lulus kuliah
Akan seperti apa nanti setelah lulus? Berujung kebermanfaatan kah?
Romantisme Ukhuwah
Romantisme ukhuwah adalah hal yang membuatku selalu iri kepada
Abu Bakar, sebagaimana Ia begitu cinta kepada Umar...
Suatu hari, demikian dikisahkan Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan
Nihayah, Abu Bakar berjalan mendatangi majelis Rasulullah. Dia tampak
menjinjing kainnya, terlunjak jalannya, tertampak lututnya, dan gemetar
tubuhnya. "Sahabat kalian ini," sabda Sang Nabi pada sahabat yang
sedang duduk begitu melihat Abu Bakar datang, "sedang kesal hati. Maka
berilah salam padanya dan hiburlah hatinya."
Abu Bakar bersimpuh lalu menggenggam tangan Sang Nabi. Ditatapnya mata suci itu dalam-dalam. "Antara aku dan putra Al-Khattab," lirihnya, "ada kesalahpahaman. Lalu dia marah dan menutup pintu rumah. Aku merasa menyesal. Maka kuketuk pintunya, kuucapkan salam berulang kali untuk memohon maafnya. Tapi dia tak membukanya, tak menjawabku, dan tak juga memaafkan."
Tepat ketika Abu Bakar selesai berkisah, 'Umar ibn Al-Khaththab datang dengan resah."Sungguh aku diutus pada kalian," Sang Nabi bersabda menghardik, "Lalu kalian berkata: 'Engkau Dusta!'Wajah beliau tampak memerah, campuran antara murka dan rasa malunya yang lebih dalam dibanding gadis dalam pingitan."Hanya Abu Bakar seorang", sambung beliau, "Yang langsung mengiyakan, 'Engkau benar!' . Lalu dia membelaku dengan seluruh jiwa dan hartanya. Masihkah kalian tidak takut pada Allah untuk menyakiti sahabatku?"
'Umar berlinang, beristighfar, dan berjalan simpuh mendekat. Tetapi tangis Abu Bakar lebih keras, derai air matanya bagai kaca jendela lepas. "Tidak, ya Rasulullah. Tidak. Ini bukan salahnya," serunya terpatah-patah isak. "Demi Allah akulah memang yang keterlaluan." Lalu dia memeluk 'Umar, menenangkan bahu yang terguncang. Mereka menyatukan rasa dalam dekapan ukhuwah, menyembuhkan luka-luka.
(Dalam Dekapan Ukhuwah, hal 388-389)
Hanya Allah
Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man nashir…
“Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”
Teringat suatu kisah dari Imam Syahid Hasan Al Banna, Suatu hari Ustadz Hasan Al Banna duduk bersama para ikhwah dalam sebuah majelis . Kemudian beliau bertanya, “Mengapa sekarang seolah berbagai lembaga, media, bahkan elit pemerintahan seolah semua menyudutkan dan menyerang kita?”
Kemudian beliau berkata kembali, “Kalian tahu kenapa semua ini terjadi? Agar kalian semua tahu dan menyadari betul, bahwa tidak ada tempat bersandar kecuali kepada Allah.. Dan agar jangan pernah kalian menanti dukungan dan kemenangan kepada seorangpun kecuali kepada Allah..”
Memperpanjang doa-doa kepadaMu dan memperbanyak amal-amal karenaMu...
Kembali
Tashiru - Kembali
Harapan dari setiap insan kesenangan serta ketenangan
mengarungi hidup ini tanpa ada cubaan
sayang harapan itu tak pasti karna cobaan akan terjadi
tuk menguji sabar diri dan ketaqwaan
akankah kita tetap tegar menjalaninya dengan keikhlasan
ataukah terjerumus ke dalam keputusasaan
Katakanlah kali ini adalah miliknya Allah
yang akan kembali kepadanya kapan dan dimana saja
dan berdoalah mohon ampunan dari semua kesalahan
agar mendapat keredhoan dan pertolongan
sayang harapan itu tak pasti karna cubaan akan terjadi
tuk menguji sabar diri dan ketaqwaan
akankah kita tetap tegar menjalaninya dengan keikhlasan
ataukah terjerumus kedalam keputusasaan
katakanlah kali ini adalah miliknya Allah
yang akan kembali kepadanya kapan dan dimana saja
dan berdoalah mohonampunan dari semua kesalahan
agar mendapat keredhaan dan pertolongan Dalam Ujian
katakanlah kali ini adalah miliknya Allah
yang akan kembali kepadanya kapan dan dimana saja
dan berdoalah mohon ampunan dari semua kesalahan
agar mendapat keredhoan dan pertolongannya
katakanlah kali ini adalah miliknya Allah
yang akan kembali kepadanya kapan dan dimana saja
dan berdoalah mohon ampunan dari semua kesalahan
agar mendapat keredhoan dan pertolongan Dalam Ujian
mengarungi hidup ini tanpa ada cubaan
sayang harapan itu tak pasti karna cobaan akan terjadi
tuk menguji sabar diri dan ketaqwaan
akankah kita tetap tegar menjalaninya dengan keikhlasan
ataukah terjerumus ke dalam keputusasaan
Katakanlah kali ini adalah miliknya Allah
yang akan kembali kepadanya kapan dan dimana saja
dan berdoalah mohon ampunan dari semua kesalahan
agar mendapat keredhoan dan pertolongan
sayang harapan itu tak pasti karna cubaan akan terjadi
tuk menguji sabar diri dan ketaqwaan
akankah kita tetap tegar menjalaninya dengan keikhlasan
ataukah terjerumus kedalam keputusasaan
katakanlah kali ini adalah miliknya Allah
yang akan kembali kepadanya kapan dan dimana saja
dan berdoalah mohonampunan dari semua kesalahan
agar mendapat keredhaan dan pertolongan Dalam Ujian
katakanlah kali ini adalah miliknya Allah
yang akan kembali kepadanya kapan dan dimana saja
dan berdoalah mohon ampunan dari semua kesalahan
agar mendapat keredhoan dan pertolongannya
katakanlah kali ini adalah miliknya Allah
yang akan kembali kepadanya kapan dan dimana saja
dan berdoalah mohon ampunan dari semua kesalahan
agar mendapat keredhoan dan pertolongan Dalam Ujian
Sunday, April 14, 2013
Etika TSI (Teknologi Sistem Informasi) dari sisi Pengguna, Pengelola, dan Pembuat
Dalam postingan kali ini, saya akan membahas tentang Etika Teknologi Sistem Informasi dari sisi Pengguna, Pengelola, dan Pembuat. Oleh karena itu, mari kita bahas satu per satu pengertian dari judul postingan ini.
1. Etika
- Menurut Kamus Besar Bhs. Indonesia (1995). Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
- Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral.
- Menurut Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi”.
Dari asal usul kata, Etika berasal dari bahasa Yunani ‘ethos’ yang berarti adat istiadat/ kebiasaan yang baik. Perkembangan etika yaitu studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan, menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya.
2. Teknologi
Teknologi adalah sesuatu yang diciptakan untuk memudahkan hidup manusia dengan bekal pengetahuan melalui akal manusia. Teknologi informasi adalah salah satu teknologi abad modern yang dikembangkan dari beberapa ilmu dasar seperti matematika, fisika, dan lainnya.
3. Etika dan Teknologi Sistem Informasi
Dari ulasan Etika dan Teknologi, korelasi keduanya sangat erat. Karena, teknologi kiranya menjadi hal yang patut diatur dan dilindungi pemanfaatannya karena apabila terjadi penyimpangan pada pemanfaatan terknologi, biasanya berakibat buruk bagi kehidupan manusia. Dari alasan tersebut, maka etika sangat berperan penting dalam menjaga rambu pemanfaatan teknologi sistem informasi. Di Indonesia juga sudah diatur dan tertulis dalam UU ITE Tahun 2008 BAB II Asas Tujuan Pasal 3 berbunyi :
"Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik dilaksanakan berdasarkan asas kepastian hukum, manfaat, kehati-hatian, itikad baik dan kebebasan memilih teknologi atau netral teknologi"
Labels:
Mata Kuliah Softskill
Friday, January 25, 2013
Notulensi Pelatihan Jurnalistik
Teknik Penulisan Artikel
Oleh : Noor Raihan (Redaksi UG News)
1. Tulisan adalah sebuah pengungkapan berupa bahasa yang menerangkan sesuatu.
2. Tulisan dibagi 2 tipe, yaitu fiksi dan non-fiksi
* contoh tulisan fiksi : cerpen, puisi, hikayat, legenda, pantun, dll.
* contoh tulisan non-fiksi : artikel berita, biografi, essay, karya ilmiah, dll.
3. Rumus baku dalam penulisan adalah 5W + 1H (What, Who, When, Where, Why, and How)
4. Bentuk dan gaya penulisan terdiri dari beberapa jenis, yaitu deskriptif, opini/kolom, narasi/kronologi/diary, ilmiah popular, pop/humor
* deskriptif, merupakan gaya penulisan yang menceritakan sesuatu secara lugas dan memaparkan ciri-ciri dari suatu benda
* opini/kolom, merupakan gaya penulisan yang menceritakan sesuatu berdasarkan argumentasi dari penulisnya.
* narasi/kronologi/diary, merupakan gaya penulisan yang menceritakan sesuatu secara runtut dari awal sampai akhir.
* ilmiah popular, merupakan gaya penulisan yang memaparkan fakta dan hasil penelitian, namun menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh orang awam.
* pop/humor, merupakan gaya penulisan santai khas anak muda yang dipenuhi dengan bahasa gaul dan humor.
5. Tips menulis
o Kontinuitas dalam menulis harus dijaga dengan selalu membiasakan diri untuk menulis
o Perbanyak membaca, hindari untuk membatasi bacaan
o Jadikan pengalaman sebagai bahan bagi tulisan
o Kreasikan tulisan dengan tambahan pernak-pernik selain 5W+1H
Teknik Penulisan Artikel
Oleh : Noor Raihan (Redaksi UG News)
1. Tulisan adalah sebuah pengungkapan berupa bahasa yang menerangkan sesuatu.
2. Tulisan dibagi 2 tipe, yaitu fiksi dan non-fiksi
* contoh tulisan fiksi : cerpen, puisi, hikayat, legenda, pantun, dll.
* contoh tulisan non-fiksi : artikel berita, biografi, essay, karya ilmiah, dll.
3. Rumus baku dalam penulisan adalah 5W + 1H (What, Who, When, Where, Why, and How)
4. Bentuk dan gaya penulisan terdiri dari beberapa jenis, yaitu deskriptif, opini/kolom, narasi/kronologi/diary, ilmiah popular, pop/humor
* deskriptif, merupakan gaya penulisan yang menceritakan sesuatu secara lugas dan memaparkan ciri-ciri dari suatu benda
* opini/kolom, merupakan gaya penulisan yang menceritakan sesuatu berdasarkan argumentasi dari penulisnya.
* narasi/kronologi/diary, merupakan gaya penulisan yang menceritakan sesuatu secara runtut dari awal sampai akhir.
* ilmiah popular, merupakan gaya penulisan yang memaparkan fakta dan hasil penelitian, namun menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh orang awam.
* pop/humor, merupakan gaya penulisan santai khas anak muda yang dipenuhi dengan bahasa gaul dan humor.
5. Tips menulis
o Kontinuitas dalam menulis harus dijaga dengan selalu membiasakan diri untuk menulis
o Perbanyak membaca, hindari untuk membatasi bacaan
o Jadikan pengalaman sebagai bahan bagi tulisan
o Kreasikan tulisan dengan tambahan pernak-pernik selain 5W+1H
Assalamu'alaykum wr wb
Sobat pembaca, tulisan ini ku wakilkan untuk seorang kakak perempuan yang kami dipertemukan oleh iman dan dalam persaudaraan yang abadi, InsyaAllah.
Allah, terimakasih akan segenap pemberian-Mu atas hidup dan menghidupkan, mati dan mematikan.
Begitu indah cara-Mu yaa Rabb, memilih hamba-Mu dalam ujian tiap ujian.
Begitu indah Engkau menenangkan kami dengan firman-Mu, "La yukallifullaahu nafsaan illa wus'ahaa"... Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
Begitu halus peringatan-Mu dengan firman-Mu, "Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (QS. Ad-Dukhaan, 44: 38-39). "Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?." (QS. Al-Mu'minuun, 23:115).
Begitu syahdu masih menetap di moment Hari Ibu, Engkau menyadarkan kami sebagai seorang anak akan perjuangan Ibu yang menjaga kami dalam 9 bulan di kandungan.
Begitu sangat berterima kasih kepada-Mu, yaa Rabb..
Yang telah menegur diri ini dengan kisah hamba-Mu yang Engkau sayang, Ka Nadia, barakallahu fiik, ka.
Semoga Allah ganti buah cinta kakak dengan kehidupan yang lebih baik.
Teriring salam dan doa untuk bidadari kecil di surga-Nya :)
HUSNUDZHON, THAT'S THE POINT ^^
Assalamu'alaykum wr wb
Sahabat, izinkan catatan ini menghampiri ruang baca kalian ^^
Untuk sekedar berbagi kisah dan InsyaAllah saling mengingatkan.
Bismillaahirrahmanirrahim...
Sore itu disebuah subway di kota New York, suasana cukup sepi.Kereta api bawah tanah itu cukup padat oleh orang-orang yang baru pulang kerja. Tiba-tiba, suara hening terganggu oleh ulah dua orang bocah kecil berumur sekitar 3 dan 5 tahun yang berlarian kesana kemari. Mereka berdua mulai mengganggu penumpang lain.
Yang kecil mulai menarik-narik koran yang sedang dibaca oleh seorang penumpang, kadang merebut pena ataupun buku penumpang yang lain. Si kakak sengaja berlari dan menabrak kaki beberapa penumpang yang berdiri menggantung karena penuhnya gerbong itu. Beberapa penumpang mulai terganggu oleh ulah kedua bocah nakal itu, dan beberapa orang mulai menegur bapak dari kedua anak tersebut.
"Pak, tolong dong anaknya dijaga!" pinta salah seorang penumpang. Bapak kedua anak itu memanggil dan menenangkannya. Suasana kembali hening, dan kedua anak itu duduk diam. Tak lama kemudian, keduanya mulai bertingkah seperti semula, bahkan semakin nakal. Apabila sekali diusilin masih diam saja, kedua anak itu makin berani. Bahkan ada yang korannya sedang dibaca, langsung saja ditarik dan dibawa lari. Bila si-empunya koran tidak bereaksi, koran itu mulai dirobek-robek dan diinjak-injak. Beberapa penumpang mulai menegur sang ayah lagi dengan nada mulai kesal. Mereka benar-benar merasa terganggu, apalagi suasana pulang kerja, mereka masih sangat lelah.
Sang ayah memanggil kembali kedua anaknya, dan keduanya mulai diam lagi. Tapi hal itu tidak berlangsung lama. Si anak mulai membuat ulah yang semakin membuat para penumpang di gerbong bawah tanah itu mulai marah. Beberapa penumpang mulai memarahi sang ayah dan membentak.
"Pak, bisa mendidik anak tidak sich!" kata seorang penumpang dengan geram. "Dari tadi anaknya mengganggu semua orang disini, tapi bapak koq diam saja". Sang ayah bangkit dari duduknya, menghampiri kedua anaknya yang masih mungil, menenangkannya,dan dengan sangat sopan berdiri dan berkata kepada para penumpang yang ada di gerbong itu.
"Bapak-bapak dan ibu-ibu semua, mohon maaf atas kelakuan kedua anak saya ini. Tidak biasanya mereka berdua bertingkah nakal seperti saat ini. Tadi pagi, kedua anak saya ini baru saja di tinggal oleh ibu mereka yang sangat mereka cintai. Ibu kedua anak saya ini meninggal karena penyakit LEUKEMIA yang dideritanya".
Bapak itu diam sejenak, dan sambil mengelus kepala kedua anaknya meneruskan ceritanya. "Mungkin karena kejadian yang menimpa ibu mereka berdua itu begitu mendadak, membuat kedua anak saya ini belum bisa menerima kenyataan dan agak sedikit shock karenanya. Sekali lagi saya mohon maaf".
Seluruh orang didalam gerbong kereta api bawah tanah itu seketika terdiam. Mereka dengan tiba-tiba berubah total, dari memandang dengan perasaan kesal karena kenakalannya, berubah menjadi perasaan iba dan sayang. Kedua anak itu masih tetap nakal, mengganggu seluruh penumpang yang ditemuinya. Tetapi, orang yang diganggu malah kelihatan tambah menampakkan kasih sayangnya. Ada yang memberinya coklat, bahkan ada yang menemaninya bermain. Perhatikan kondisi subway itu !!! Penumpangnya masih sama !!!
Kedua anak itu masih nakal-nakal !!! tetapi terjadi perubahan yang sangat mencolok.
Suasana didalam subway itu berubah 180 derajat. Kenapa? Karena sebuah informasi.
Begitu pentingnya sebuah INFORMASI. KECIL... bisa merubah semua 'ATMOSPHERE' lingkungan kita. Seringkali kita salah paham dengan teman/sahabat kita, karena kita tidak mengetahui sebuah INFORMASI KECIL tsb... dan hal tersebut akan membuat 'ATMOSPHERE' yang buruk dengan teman kita, mungkin kita pernah berprasangka buruk pada teman kita...karena kita tidak mengetahui INFORMASI YANG SEBENARNYA!!
HUSNUDZHON, THAT'S THE POINT ^^
Bahkan dalam kalam suciNya sudah terukir indah, "Wahai orang-orang yg beriman! Jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang" (QS. Al-Hujuraat:12)
Mungkin ini juga makna dari husnudzhon, dari perkataan Ja'far Ash-Shaddiq, "Jika engkau menjumpai sesuatu yang tidak kau sukai dari perbuatan saudaramu, carilah satu bahkan tujuh puluh alasan untuk membenarkan perbuatan saudaramu itu.Jika engkau masih belum mendapatkannya, katakanlah,"Semoga ia mempunyai alasan yang aku tidak mengetahuinya"
Semoga bemanfaat, full barokah ^^
Kehidupan selalu diwarnai dengan rintangan. Terkadang rintangan yang datang bertubi-tubi membuat kita gelisah, risau bahkan merasa gagal. Seorang muslim tidak selayaknya ‘menyerah’ dalam menjalani ujian kehidupan ini. Putus asa adalah hal yang terlarang dalam syariat kita, sebagaimana firman Allah SWT : Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir” (QS Yusuf 87)
Untuk itulah seorang muslim harus mampu memotivasi dirinya, memasukkan jiwa optimis dalam relung dadanya, agar mampu meniti hari-harinya yang berat dengan sikap yang mulia. Setidaknya ada tiga hal yang bisa menjaga dan menguatkan sikap optimis dalam diri seorang muslim.
Pertama : Meyakini Janji Allah
Firman Allah SWT dalam Al-Quran dipenuhi dengan ayat-ayat targhib yang penuh motivasi bagi seorang muslim. Diantaranya adalah bahwa Allah SWT tidak memberikan ujian apapun kecuali sesuai dengan kemampuan kita. Dalam surat Taghobun kita juga diingatkan bahwa dengan ketakwaan seluruh urusan kaum muslimin akan menjadi mudah, dan bahkan mendapatkan rejeki dari arah yang tak diduga. Diluar itu semua jika kita mencermati, bekal terbesar bagi seorang muslim untuk optimis adalah dengan keimanannya.
Keimanannya itulah yang membuat semua hal menjadi baik baginya. Rasulullah SAW bersabda : “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukin, semua urusan baik baginya dan kebaikan ini tidak dimiliki oleh selain seorang mukmin. Apabila mendapat kesenangan ia bersyukur dan itulah yang terbaik untuknya. Dan apabila mendapat musibah ia bersabar dan itulah yang terbaik untuknya.” {HR. Imam Muslim]
Kedua : Terus Berdoa
Optimisme dipupuk dengan terus bedoa dan merasakan kedekatan kepada Allah SWT. Apa yang kita saksiksan hari ini dari kekayaan dan kemakmuran jazirah Arab, adalah perwujudan dari doa penuh optimisme dan keyakinan yang terlantunkan dari lisan nabi Ibrahim alaihissalam. Doa tersebut diabadikan dalam Al-Quran sebagai pelajaran optimisme pada kita. “Dan ingatlah tatkala Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku jadikanlah negeri ini negeri yang aman, dan berilah rezeki kepada penduduknya berupa buah-buahan yang banyak..”(QS Al Baqarah: 126). Dengan berdoa kita merasa dekat dan membutuhkan Allah SWT, maka optimisme kita menjadi lebih bersih dan terjaga dari keangkuhan diri pribadi.
Ketiga : Melangkah Dengan Cermat
Optimis bukan berarti angan-angan kita melayang di langit sana tanpa amal nyata. Namun optimisme justru menguat setelah kita melangkah dengan mantap dan teguh untuk mengubah kondisi yang kita alami. Bukankah Allah SWT telah mengingatkan : “Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (Surat Ar-Ro’du 11). Maka tidak layak berdiam diri atas nama kesabaran, namun kita semua berupaya berbuat dengan lebih baik dan lebih cermat dari sebelumnya, karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Semoga kita mampu mewarnai hari-hari kita dengan penuh optimis, menyambut setiap tantangan sebagai peluang syukur dan kesabaran, sebagaimana digambarkan dalam sabda Rasulullah SAW : "Barangsiapa di antara kalian yang memasuki waktu pagi hari dalam keadaan aman pada dirinya, sehat jasmaninya dan dia memiliki makanan pada hari itu, maka seolah oleh dia diberi dunia dengan berbagai kenikmatannya” (Bukhori dalam Adabul Mufrod). Salam optimis !
*artikel dimuat di Rubrik Tausiyah Suara Merdeka Suara Solo Jumat 23 September 2011
Mata, sabarlah dengan kesabaran yang baik akan keabsenan pelangi yang mewarnai bola matamu.
Hidung, sabarlah dengan kesabaran yang baik akan aroma tak sedap memasuki pintu hidupmu. Bukankah si sampah memberikan kebermanfaatan untuk si hijau?
Mulut, sabarlah dengan kesabaran yang baik akan terbukanya katupmu yang sangat berduri. Bukankah Sang Suri Tauladan sudah mengajarkan "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata baik atau diam".
Telinga, sabarlah dengan kesabaran yang baik akan dentuman kebisingan yang sangat mengusik jiwa-jiwa pikiranmu.
Hati, yaa hati, sabarlah dengan kesabaran yang baik akan sikap si mata, si telinga, si hidung, si mulut. Yakinlah untuk terus memutihkan istanamu dengan cara kamu oleskan kesabaranmu. Hati, sabarlah menjaga putihnya istanamu.
Hati, marilah sekali lagi, Sang Suri Tauladan sudah mengajarkan "Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka akan menjadi baik semuanya, dan apabila segumpal daging itu jelek, maka akan jeleklah semuanya, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati".
"Maka bersabarlah engkau (Muhammad) dengan kesabaran yang baik" (Q.S Al-Ma'aarij: 5)
Assalamu'alaykum wr wb
Sobat pembaca, tepat hari Rabu/23 Januari 2013 adalah moment terindah untuk kami para akhwat (perempuan) pengurus Fajrul Islam.
Di moment ini adalah saat hati-hati kami menaruhkan keluh kesah dan tepat hati-hati kami disatukan oleh persaudaraan karena iman oleh Allah SWT.
Inilah ulasan yang mewakili moment indah ini ;)
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara”
(Al-Hujuraat [49]: 10)
Ya Allah segala puji bagi Engkau yang telah memberikan kami cinta dan kasih sayang. Shalawat dan salam teruntuk baginda Rasulullah Muhammad SAW, sang pencinta yang mengajarkan cinta sejati kepada umat manusia.
Apakah sobat pernah jatuh cinta?
Pastinya kebanyakan kita pernah jatuh cinta. Sekarang kita tidak akan “Jatuh Cinta” lagi ketika datang perasaan cinta tapi “Bangun Cinta”.
Sobat yang dimuliakan Allah, mulai sekarang marilah kita membangun cinta di dalam hati kita saudari-saudari kita. Bagaimana caranya? Ini tips sederhananya.
- Hadirkanlah selalu senyum terindah dan terikhlas untuknya dan bersikap hangatlah kepadanya.
- Tanyalah kabarnya lalu ucapkan perkataan positif dan do’a setiap dia mengatakan tentang kegiatannya atau keluhannya.
- Beri dia “SEMANGAT” jangan meruntuhkan semangatnya.
- Berbahagialah ketika dia sedang berbahagia, ikut bersedih ketika dia ditimpa musibah.
- Yang terakhir berilah kabar gembira..
WARNING !! BAGI YANG BANGUN CINTA
- Jangan Pernah mendengki dan menceritakan aibnya kepada orang lain
- Jangan Pernah memfitnahnya
- Jangan Pernah membenci dan membelakanginya
- Jangan Pernah menzhaliminya.
- Jangan Pernah menghina dan mencemoohkannya
Rasulullah SAW bersabda,
“Janganlah Engkau saling mendengki, membongkar aib, membenci dan membelakangi, serta janganlah sebagian dari kamu menjual barang dagangan yang sudah dijual kepada sebagian yang lain. Jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara; Seorang muslim adalah saudara bagi yang lain, tidak menzhalimi, menghina dan mencemoohkannya. Takwa itu tempatnya disini (seraya beliau menunjuk kearah dada tiga kali). Cukup sebagai keburukan apabila ada seseorang mencela saudaranya sesama muslim. Setiap muslim dilarang mengganggu muslim yang lain dalam hal darah, harta dan kehormatannya.” (HR. Muslim)
Semoga kita dapat sama-sama mengamalkannya ^^v
“Mengatakan cinta kepada saudari itu perlu, tapi katakanlah terlebih dahulu lewat sikap dan tingkah laku..”
Wallahu A'lam bish-shawab.
Kata qaulan maysuran hanya satu kali disebutkan dalam Al-Quran, QS. Al-Israa’: 28.Berdasarkan sebab-sebab turunnya (ashab al-nuzulnya) ayat tersebut, Allah memberikan pendidikan kepada nabi Muhammad saw untuk menunjukkan sikap yang arif dan bijaksana dalam menghadapi keluarga dekat, orang miskin dan musafir.
Secara etimologis, kata maysuran berasal dari kata yasara yang artinya mudah atau gampang (Al-Munawir,1997: 158). Ketika kata maysuran digabungkan dengan kata qaulan menjadi qaulan maysuranyang artinya berkata dengan mudah atau gampang. Berkata dengan mudah maksudnya adalah kata-kata yang digunakan mudah dicerna, dimengerti„ dan dipahami oleh komunikan.
Salah satu prinsip komunikasi dalam Islam adalah setiap berkomunikasi harus bertujuan mendekatkan manusia dengan Tuhannya dan hamba-hambanya yang lain. Islam mengharamkan setiap komunikasi yang membuat manusia terpisah dari Tuhannya dan hamba-hambanya.
Seorang komunikator yang baik adalah komunikator yang mampu menampilkan dirinya sehingga disukai dan disenangi orang lain. Untuk bisa disenangi orang lain, ia harus memiliki sikap simpati dan empati. Simapti dapat diartikan dengan menempatkan diri kita secara imajinatif dalam posisi orang lain (Bennett, dalam Mulyana, 1993: 83).
Namun dalam komunikasi, tidak hanya sikap simpati dan empati yang dianggap penting karena sikap tersebut relatif abstrak dan tersembunyi, tetapi juga harus dibarengi dengan pesan-pesan komunikasi yang disampaikan secara bijaksana dan menyenangkan.
sumber: http://gamaisitb.tumblr.com/post/9743784446/prinsip-komunikasi-menurut-al-quran-qaulan-maysuran
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Inginku torehkan surat cinta versi aku, untukmu Faris . . .
Faris, ketika tapakku menjejak kampus dua tahun lalu, engkaulah cinta pertamaku. Awalnya fisikmulah yang menyeretku dalam pesona. Sosokmu yang kokoh dan penuh kesejukan, membuatku nyaman seketika. Wujudmu yang gagah dan sarat kehangatan, melambungkanku dalam tentram. Aku.. jatuh cinta pada pandangan pertama.
Awal perjumpaan kita, ku lihat anak-anak yang belajar mengaji di sekelilingmu, aku tergerak untuk turut berbagi ilmu. Tapi.. aku malu, ilmuku masih sedikit.
Sejatinya engkau, Faris. Tempat berbagi ilmu. Dua singgasana yang selalu melekat denganmu, Darul ‘Ilmi dan Nurul ‘Ilmi, masjid kampusku. Gerbang keshalehan Kampus Ungu bermula dari dua singgasana ini dan engkau mengajak kami untuk mengamalkan Islam.
Lalu kau yakinkan aku, bahwa kau terbuka untuk siapa pun, termasuk aku yang masih bodoh ini. Aku selalu menikmati sore hari mengajar TPA bersama kehadiranmu. Melihat binar mata mereka, membuatku merasa berarti. Terima kasih Faris, kau beri aku kesempatan.
Dan aku begitu terharu, begitu tersentuh, waktu ku tahu proses panjang keberadaanmu di kampusku. Penuh perjuangan!
Aku juga begitu salut pada para seniorku. Dengan tekad kuat serta semangat kerja dan do'a, mereka mengusahakan kehadiranmu di kegersangan bumi Depok. Tidak mudah memang, namun kebersamaan dan kerinduan akan sosokmu memberi kekuatan untuk terus bergerak. Aku terenyuh melihat foto-foto persiapan menyongsongmu. Semua bekerja, semua berdo'a, dan semua berusaha. Aku jadi malu. Ternyata aku belum berbuat apa-apa. Aku tidak ingin menyiakan perjuangan mereka, dan aku pun tak hendak menyiakan keberadaanmu. Aku akan berjuang bersamamu ! Membumikan Islam di diriku, di kampus ini dan di dunia.
Tapi Faris, waktu itu aku masih mahasiswa baru yang malu-malu. Rasanya tak pantas aku beraktifitas di sekelilingmu, yang terasa suci itu. Namun kau dan wajah-wajah teduh disekitarmu menguatkanku, bahwa kau menerima siapa pun, termasuk aku yang masih kotor ini. Dan bahwa yang lebih penting adalah keinginan serta usaha untuk selalu memperbaiki diri. Maka dari dirimulah, kumulakan perbaikan itu. Terima kasih Faris, kau terima aku dengan segala kekuranganku.
Selanjutnya hari-hari indah kulalui denganmu. Aktifitasku bersamamu lebih mengenalkanku pada Tuhanku, agamaku, dan bahkan diriku sendiri. Faris, aku bersyukur dipertemukan denganmu. Allah telah mengatur semua ini. Wajar jika engkau cinta pertamaku di bumi Kampus ini karena pesonamu memalingkan hiruk pikuk keduniawian kampus.
Sejak pertemuan kita, aku seakan bermetamorfosis, dari ulat bulu menjijikan, menjelma kupu indah menawan (ups, aku belum layak menjadi kupu indah menawan, aku hanya berusaha untuk menjadi itu).
Hampir empat tahun metamorfosis itu berlangsung, dan kini aku tersentak, tersadar bahwa empat tahun begitu cepat. Waktu terus berotasi. Kiranya hitungan bulan lagi, apakah engkau masih mengizinkan aku menjadi partnermu, Faris? Pintaku, bantu aku menjadi partner sejatimu dalam keimanan dan kataatan pada Sang Khalik.
Faris, dalam waktu enam bulan terakhir keberadaanku di kampus, semakin mengentalkan aura kenikmatan di jiwaku. Aku enggan berjarak darimu, maka izinkan aku membawamu selalu dalam hatiku. Sehingga dimana pun dan kapan pun, tak pernah pupus ingatan akan cinta pertamaku di kampus Ungu, FAJRUL ISLAM.. rohis kampusku..
* dalam oase kerahmatan rintik hujan, semoga Allah selalu memberkahi langkah kami.
Labels:
Kias Fajrul Islam
Di saat semuanya meminta darimu, akan kontribusimu, akan pengorbananmu
Di saat semuanya menuntutmu, tapi bisakah kau sejenak berdialog dengan hatimu?
Yaa... Duhai hati..
Tetaplah istiqamah..
Walau itu berat bagimu..
Percayalah kau mampu menjalaninya..
Asalkan kau selalu menyertai Allah dalam segala hal..
Terpautnya kau duhai hatiku pada Sang Khalik..
Akan membuatmu semakin cantik dan tangguh..
Karena kau adalah mutiara di lautan..
Yang akan terus terjaga sampai masa memisahkan..
Duhai hati.. Tetaplah istiqamah..
Everybody said that anybody could do,
The important thing somebody should do,
Everybody knows that anybody could do,
All the good things that nobody did…
“DAKWAH”
Seringkali kita memandang sebelah mata tehradap berbagai persoalan remaja, sikap “cuek” terhadap masalah itu sebenarnya malah membuat remaja memiliki alasan untuk menjalani hidup sejauh yang disuka, yang penting “asyik-asyik aja boy”. Apalagi gak ada yang ngelarang.. tuuuiinggg…
Opini saat ini pun mendukung para remaja untuk menghabiskan waktunya untuk senang-senang, karena masa remaja adalah masa “suka-suka”. Ada semboyan yang mungkin sering kita dengar menggelitik akal sehat kita, “Muda hura-hura, tua kaya raya, mati masuk surga”. Semboyan yang dibuat seuenaknya wae emang begitu ideal...hhe, tapi salah besar, kenapa ya??
Sebuah cita-cita mulia, kehidupan yang sempurna harus dicapai melalui usaha bukan? Bukankah keberhasilan itu tidak muncul dari mantra yang tiba-tiba keluar apa yang kita inginkan?? Hidup ini penuh dengan dinamika yang cukup kompleks sesuai dengan kemampuan kita, karena Allah menguji kita sesuai dengan kadar kemampuan yang kita miliki, jadi wajar saja ketika kita memiliki ujian yang lebih berat dari biasanya, berarti kemampuan kita bertambah, bukan begitu sob..?? butuh komitmen dalam diri kita, butuh kesungguhan, butuh asupan hidayah, butuh nasihat, butuh makan, masih banyak kebutuhan lainnya.
Banyak sebenarnya perilaku “aneh” remaja saat ini, barangkali kalo kita tahu sifat “aneh” ini, kita lebih bijak menghadapi permasalahan yang membuat kita jadi “aneh”. Pertama, remaja paling nda tahan sama yang namanya mengendalikan emosi, contohnya aja tawuran yang kadang dipicu masalah yang sepele aja. Nda sadar urusannya bisa langsung “tahlilan” aja. Kedua, sahabat adalah segalanya, karena memang sangat wajar karena manusia sebagai makhluk sosial yang berarti saling membutuhkan satu sama lainnya. Ketiga, merasa paling bener adalah salahsatu sifat “aneh” dari seorang remaja, karena baru dapet ilmu yang nda jelas asalnya, tapi sok-sok’an berdebat.. ckck. Keempat, cuek stadium 4, jarang banget remaja yang bantuin orang jatoh dijalan, biasanya malah diliatin aja abis itu langsung ngaciiirrr…
Mau berubah??? Bisa kok, Allah itu nda pernah menutup pintu hidayahnya, tapi kitanya aja yang menutup diri dari hidayah Allah… Ayo MAKE A CHANGE…..
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. 13:11).
Udah ah pendahuluannya . . .
Masih berhubungan juga sama sifat "aneh" remaja yang suka “sahabatan”. Yupp, persahabatan atau persaudaraan memang menjadi hal yang sangat penting bagi kita sebagai manusia, kita sudah diikat dengan ikatan aqidah, yaitu Islam, sungguh Islam sangat menghargai perbedaan.
Kita awali pembahasannya lewat sumber-sumber yang sampai saat ini Allah sendiri yang menjaganya agar tidak berubah isinya.
Tepatlah kiranya Allah mengatakan Al-Qur'an surat Al-Hujurat: 13, "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah SWT ialah orang yang lebih bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
Pantaskah kita berprinsip EGP, Emang Gua Pikirin, saudara juga bukan, benarkah demikian?? Udah lupa sama firman Allah yang ini. “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.”(Al-Hujurat:10),
Sungguh Islam sangat memuliakan persaudaraan, bahkan di surat as-saff :4 “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang untuk membela agamaNya, dalam barisan yang teratur rapi, seolah-olah mereka sebuah bangunan yang tersusun kukuh.” Diawal ayat Allah menghubungkan cintaNya dengan persaudaraan, maka ketika kita masih suka berprasangka buruk terhadap saudara kita, tidak pernah menolongnya, tidak memperhatikannya, bahkan suka mengkafirkan saudaranya sendiri, bersiaplah untuk dibenci Allah…
Astaghfirullah Sob, janji Allah itu pasti, jadi jangan ragu untuk membantu saudara kita. "Siapa saja yang berusaha memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Siapa saja yang menghilangkan kesusahan dari seorang muslim, maka dengan hal itu Allah akan menghilangkan salah satu kesusahannya di hari kiamat" (HR. Bukhari-Muslim).
Namun, hari ini masih saja banyak orang yang meributkan perbedaan suku bangsa, warna kulit, serta status sosial, padahal kita lahir ke alam dunia dengan keadaan seperti ini adalah atas ketentuan Allah. Sangat jelas, hanya Islam satu-satunya agama dan system kehidupan yang manusiawi dan mampu mempersaudarakan semua umat manusia. Karena yang menjadi alat ukur kemuliaan manusia dihadapan Allah adalah amalnya.
Dalam hadits pun disebutkan HR Imam Muslim, Shahihul Muslim, tafsir Ibnu Katsir juz 7 hal 322,"Sesungguhnya Allah tidak akan melihat bentuk-bentuk tubuhmu dan harta kamu tetapi akan melihat isi hati kamu dan amal-amalmu".
HR Imam Ahmad tafsir Ibnu Katsir juz 7 hal 322 Dari Abu Dzar bahwa Rasulullah saw bersabda kepadanya,"Lihatlah, engkau tidak lebih baik dari yang berkulit merah dan pula dari yang berkulit hitam melainkan jika engkau mengunggulinya dengan taqwa kepada Allah.".
HR Imam Muslim, Terjemahan Shohih Muslim dari Yahya bin Hushain r.a., dari neneknya Ummul Hushain, katanya dia mendengar neneknya bercerita, "Aku pergi menunaikan ibadah haji bersama Rasulullah SAW ketika Haji Wada'. Ketika itu beliau berkhutbah panjang lebar. Antara lain aku mendengar beliau bersabda,"Seandainya pejabat yang kuangkat dalam pemerintahan seorang budak pontong hidung, mungkin yang dimaksud nenek, budak hitam, tetapi dia memerintah kamu dengan Kitabullah, maka hendaklah kamu patuh dan setia kepadanya."
Berbeda itu indah, namun semoga ini bisa mencambuk kita untuk lebih mendekat padaNya, sang Pencipta Beda. Bagi seorang muslim, yang terbaik adalah menerima kebenaran dari siapapun, tidak perlu melihat siapa yang berkata, namun lihatlah apa yang dikatakannya. Bukan saatnya buat umat Islam untuk saling menafikan atau menjelekkan satu sama lain. Karena tidak ada seorang pun yang sempurna di sisi Allah SWT. Hendaknya tiap elemen umat Islam saling bercermin dengan saudaranya untuk memperbaiki kekurangan masing-masing, bukan untuk saling mencari kekurangan saudaranya. Kalau sekedar mencari kesalahan dan kelemahan saudara kita, tentu tidak sulit. Yang sulit adalah mencari kekurangan dan kesalahan pada diri kita sendiri dan berupaya untuk memperbaikinya.
SALAM DAN SEMANGAT UKHUWAH ^^v
Labels:
Kias Artikel
Subscribe to:
Posts (Atom)


